Kompas TV nasional hukum

Dede Mengaku Siap Dipenjara Gantikan 7 Terpidana Kasus Vina Cirebon: Saya Merasa Bersalah

Kompas.tv - 22 Juli 2024, 20:35 WIB
dede-mengaku-siap-dipenjara-gantikan-7-terpidana-kasus-vina-cirebon-saya-merasa-bersalah
Saksi Dede dalam konferensi pers, Senin (22/7/2024). Dede mengaku siap menerima hukuman penjara, menggantikan tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam. (Sumber: Tangkap Layar Kompas TV)
Penulis : Isnaya Helmi | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Saksi Dede mengaku siap menerima hukuman penjara menggantikan tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam.

Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers bersama kuasa hukum terpidana kasus Vina Cirebon dan mantan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Senin (22/7/2024).

Dede mulanya mengaku merasa bersalah kepada tujuh terpidana kasus Vina Cirebon, karena keterangan palsunya membuat mereka harus mendekam di penjara seumur hidup.

"Saya merasa bersalah, selama delapan tahun mau mengungkap ini. Cuma saya bingung mau mengungkap ke siapa. Pendamping pun enggak punya," kata Dede.

Ia pun semakin merasa bersalah, pasalnya dirinya masih dapat menjalani kehidupan dengan bebas, sementara tujuh orang tersebut dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

"Selama 8 tahun saya merasa bersalah. Bayangin saya hidup enak di sini. Bisa kerja, bisa nikah istilahnya, sama anak istri bisa bahagia, sedangkan dia dipenjara sumur hidup. Saya merasa berdosa selama 8 tahun," ujarnya, dipantau dari video KompasTV.

Meski demikian, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk mengungkapkan yang sejujurnya dengan menghubungi mantan Bupati Purwakarta sekaligus politisi Partai Gerindra Dedi Mulyadi.

"Saya putuskan kemarin, satu minggu sebelum kang Dedi, tekad saya bulatin, saya harus menerima risikonya, entah ada hukuman buat saya, saya terima," jelasnya.

"Intinya saya keluar itu bukan dicari pak Dedi, bukan ada yang dari luar menyuruh saya, ini inisiatif saya sendiri karena merasa bersalah, dan ada dorongan dari keluarga."

Baca Juga: Iptu Rudiana Somasi Dedi Mulyadi, Dede, dan Liga Akbar atas Pencemaran Nama Baik, Didesak Minta Maaf

Karena rasa bersalahnya tersebut, Dede pun menginginkan agar ketujuh terpidana kasus Vina Cirebon dapat bebas dari pernjara.

Bahkan menyatakan dirinya siap dipenjara menggantikan para tujuh terpidana tersebut.

"Yang penting 7 terpidana itu saya mau keluar, bebas seperti kehidupan saya kemarin, karena saya merasa bersalah," ucapnya.

"Meskipun saya masuk penjara menggantikan tujuh orang itu, saya siap."

Sebelumnya, Dede yang diwawancarai Dedi Mulyadi mengaku ia memberikan keterangan palsu di kasus Vina Cirebon atas arahan Iptu Rudiana dan Aep.

Seperti diketahui dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon 2016 silam, terdapat 11 pelaku, di mana delapan di antaranya telah diadili, sementara tiga lainnya masuk dalam daftar pencarian orang atau (DPO).

Dari delapan orang yang telah diadili, tujuh diantaranya yakni Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana, telah divonis penjara seumur hidup.

Sementara satu pelaku atas nama Saka Tatal dijatuhi hukuman penjara delapan tahun karena masih di bawah umur saat melakukan kejahatan tersebut. Saka kemudian dinyatakan bebas bersyarat pada April 2020 usai mendapatkan remisi potongan masa tahanan.

Belakangan, setelah kasusnya kembali viral pada 2024 ini, Mei lalu polisi menangkap Pegi Setiawan dan menetapkannya sebagai tersangka. Pegi Setiawan disebut sebagai Pegi alias Perong, salah satu DPO dalam kasus tersebut.

Pegi Setiawan kemudian mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Bandung atas status tersangkanya tersebut.

Pengadilan Negeri Bandung mengabulkan gugatan praperadilan Pegi Setiawan, sehingga status tersangkanya dibatalkan demi hukum.

Baca Juga: Saksi Kunci Dede Sebut Rudiana dan Aep Arahkan Buat Bap Kematian Vina dan Eky


 

 


 




Sumber : Kompas TV




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x