> >

Pelecehan Seksual Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Komisioner Komnas HAM Perlu Dievaluasi

Hukum | 3 September 2022, 05:14 WIB
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).  Pengacara keluarga Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J, menanggapi kesimpulan hasil penyelidikan yang disampaikan Komnas HAM terkait kasus pembunuhan terhadap kliennya. (Sumber: KOMPAS.com/DYLAN APRIALDO RACHMAN)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Eka Prasetya, menanggapi kesimpulan hasil penyelidikan yang disampaikan Komnas HAM terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Diketahui, dalam kesimpulannya, Komnas HAM menyatakan bahwa istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, diduga kuat telah mengalami kekerasan seksual oleh Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Komnas Perempuan: Putri Candrawathi Menyampaikan Berkali-kali Ingin Mati Usai Dilecehkan Brigadir J

Menanggapi kesimpulan itu, Eka mengaku heran dengan sikap Komnas HAM karena masih percaya dengan pelaku pembunuhan yang telah jadi tersangka.

Terlebih, kata dia, Putri Candrawathi sudah membohongi seluruh masyarakat Indonesia karena mengaku telah dilecehkan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri, Duren Tiga, Jakarta. Belakangan tuduhan pelecehan seksual tersebut tidak terbukti.

"Pelaku (Putri) yang sudah nge-prank seluruh Indonesia, dan percaya lagi sama itu. Itu kan, aduh, menurut saya, sudah saatnya untuk dievaluasi komisionernya," kata Eka dikutip dari Kompas.com pada Jumat (2/9/2022).

Selain itu, Eka juga mempertanyakan sikap Komnas HAM yang 'menghidupkan' kembali isu dugaan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Baca Juga: Babak Baru Dugaan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi: Dihentikan Bareskrim, Ditemukan Komnas HAM

Padahal, lanjut dia, Bareskrim Polri telah menghentikan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan Putri Candrawathi karena tak ditemukan adanya tindak pidana.

Adapun kasus dugaan pelecehan seksual itu awalnya dilaporkan Putri Candrawathi terjadi di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Namun, belakangan lokasinya bergerser jadi di Magelang, Jawa Tengah.

Penulis : Tito Dirhantoro Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV


TERBARU