JAKARTA, KOMPAS.TV - Ramadan, bulan penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan, perlahan mulai mendekati akhir.
Namun, justru di fase penutup inilah, semangat seorang muslim diuji untuk terus beribadah meneladani semangat Rasulullah shallalahu alaihi wassalam seperti disabdakannya:
“Dari Aisyah RA, Rasulullah sangat bersungguh-sungguh (beribadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan ramadhan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR. Muslim)
Dikutip dari laman resmi Kemenag, hadis tersebut menggambarkan betapa Rasulullah tidak menyia-nyiakan momentum akhir Ramadan.
Beliau meningkatkan intensitas ibadah dan mengajak seluruh anggota keluarga untuk turut serta. Ini menjadi isyarat bagi umat Islam agar tidak lengah, karena keutamaan malam-malam terakhir Ramadan begitu besar, bahkan lebih istimewa dari hari-hari sebelumnya.
Setidaknya, semangat beliau ini dipengaruhi oleh beberapa hal penting:
Baca Juga: Begini Suasana Perhelatan Festival Ramadan Under the Dome di Spike Air Dome, Pantai Indah Kapuk II
Ada beberapa bentuk ibadah utama yang bisa dilakukan untuk menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan:
1. Salat Malam yang Lebih Lama dan Khusyuk
Menghidupkan malam dengan shalat, zikir, dan doa menjadi salah satu bentuk penghambaan paling mendalam di fase akhir Ramadan.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV, Kemenag
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.