Kompas TV regional jabodetabek

Pisau untuk Menikam Sandy Permana Diambil dari Kandang Ayam Tersangka

Kompas.tv - 16 Januari 2025, 13:17 WIB
pisau-untuk-menikam-sandy-permana-diambil-dari-kandang-ayam-tersangka
Terduga pembunuh aktor Sandy Permana saat mengambil sebilah pisau dari selokan yang ada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penikaman, Rabu (15/1/2025). (Sumber: Tangkapan layar)
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Gading Persada

Ia juga menjelaskan bahwa polisi belum menemukan unsur pembunuhan berencana pada kasus penikaman yang mengakibatkan tewasnya sandy.

“Terkait masalah apakah ada perencanaan untuk menghabisi, dari hasil pemeriksaan yang kami temukan, tentunya dari pendalaman terhadap keterangan saksi-saksi, untuk sementara, masih kita temukan itu emosi sesaat,” bebernya.

Meski belum menemukan adanya unsur pembunuhan berencana pada perkara tersebut, ia menegaskan bahwa polisi tetap akan melakukan pendalaman.

“Dari unsur perencanaannya ini belum tergambar. Meski demikian, tetap akan kita lakukan pendalaman, apakah ini sudah ada rencana sebelumnya untuk menghabisi. Tapi untuk sementara, ini adalah emosi sesaat,” bebernya.

Dalam konferensi pers tersebut, ia juga menyampaikan bahwa tersangka  menyimpan dendam terhadap korban sejak 2019 lalu, ketika korban dan tersangka masih bertetangga di satu blok perumahan yang sama.

Baca Juga: Polisi Belum Temukan Unsur Pembunuhan Berencana pada Kasus Kematian Aktor Sandy Permana

“Awalnya tersangka bertetangga dengan korban sejak 2017 di perumahan tersebut,” ucapnya.

Pada tahun 2019, saat itu korban berniat melakukan pesta perkawinan dan akan mendirikan tenda dengan memasuki pekarangan rumah tersangka, serta melakukan penebangan pohon di pekarangan rumah tersangka zin.

Meski korban memasuki pekarangan rumahnya tanpa izin, tersangka tidak menegur korban karena mengetahui bahwa korban sangat pemarah.

“Tersangka tidak menegur korban karena tersangka tahu  tahu korban sangat pemarah.  Atas perbuatan daripada korban, tersangka merasa sakit hati dan menyimpan dendam kepada korban,” tuturnya.

Sejak saat itu, lanjut Wira, tersangka dan korban menjalani kehidupan bertetangga secara tidak harmonis, tersangka tidak pernah menyapa korban, demikian pula dengan korban.


 




Sumber : Kompas TV

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x