Kompas TV nasional berita kompas tv

Gojek PHK 430 Karyawan, Layanan GoLife hingga GoFood Festival Ditutup

Kompas.tv - 24 Juni 2020, 08:01 WIB
gojek-phk-430-karyawan-layanan-golife-hingga-gofood-festival-ditutup
Ilustrasi: pengemudi ojek online (ojol) Gojek menunggu penumpang di Kawasan Stasiun Sudirman, Jakarat Pusat, Rabu (11/3/2020). (Sumber: KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Penulis : Fadhilah

KOMPAS.TV - Gojek Indonesia bukan hanya melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 430 karyawannya, namun juga menutup sebagian layanannya.

Ada dua layanan yang ditutup, yakni GoLife yang meliputi layanan GoMassage dan GoClean, serta GoFood Festival yang merupakan jaringan pujasera GoFood di sejumlah lokasi.

Manajemen Gojek menyebut bahwa keputusan PHK karyawan tersebut merupakan dampak dari pandemi virus corona (Covid-19).

Baca Juga: Gojek PHK 430 Karyawan, Paling Banyak GoLife dan GoFood Festival

Dua layanannya, GoLife dan GoFood Festival membutuhkan interaksi jarak dekat, dan mengalami penurunan permintaan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir seiring dengan pandemi. Aplikasi GoLife sendiri dapat digunakan hingga 27 Juli 2020.

"Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi atas situasi makro ekonomi dan perubahan perilaku masyarakat yang menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang melibatkan kontak fisik ataupun kegiatan yang tidak memungkinkan untuk berjaga jarak," tulis keterangan Gojek yang diterima Kompas.tv, Rabu (24/6/2020).

"Ini merupakan satu-satunya keputusan pengurangan karyawan yang Gojek lakukan di tengah situasi Covid-19," sambungnya.

Sementara 430 karyawan yang di-PHK tersebut sebagian besar berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival. Jumlah tersebut setara dengan 9 persen dari total karyawan.

Keputusan PHK dan penutupan dua layanan dikatakan membuat perusahaan dapat menggunakan sumber daya yang ada untuk memperkuat fokus kepada bisnis yang memiliki dampak paling luas, khususnya mencakup 3 layanan inti.

Terlebih, 3 layanan inti yang dimaksud menunjukkan hasil pertumbuhan yang menjanjikan di tengah pandemi. "Seperti bisnis logistik yang tumbuh 80 persen sejak awal pandemi, atau layanan belanja kebutuhan sehari-hari (grocery) yang telah naik 2 kali lipat," jelas manajemen Gojek.

Baca Juga: Facebook dan Paypal Investasi di Gojek

Tampilan aplikasi perusahaan ride-sharing Gojek dan Gopay. (Sumber: Reza Wahyudi/KOMPAS.com)

Dukungan untuk Mitra GoLife

Penutupan layanan GoLife akan berdampak pada mitra GoLife karena pandemi Covid-19. Untuk itu, Gojek akan memberikan dukungan berupa ‘Program Solidaritas Mitra COVID-19’ kepada mitra yang aktif menggunakan platform sebelum adanya pembatasan akibat pandemi.

Hal ini berupa program peningkatan keterampilan melalui pelatihan online yang dapat menjadi bekal jangka panjang untuk memperoleh penghasilan tambahan. Selain itu, Gojek juga akan memberikan program bantuan dana tunai untuk mitra aktif yang memenuhi kriteria. 

Sebagai informasi, aplikasi Gojek diluncurkan pada tahun 2015 dan kini sudah memiliki 170 juta pengguna di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara.

Baca Juga: Perburuan Makhluk Misterius Penghisap Darah

Pesangon Karyawan Gojek PHK

Perusahaan menyebut bahwa karyawan Gojek yang terkena PHK akan mendapat pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah.

Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi telah mengirimkan email internal yang membahas tentang perubahan struktur dan penyesuaian yang harus dilakukan perusahaan, sekaligus benefit yang didapatkan para karyawan terdampak.

Sebanyak 430 karyawan Gojek yang di-PHK akan menerima pesangon yang ditetapkan, yakni minimum gaji 4 pekan ditambah tambahan 4 pekan gaji untuk setiap tahun lamanya bekerja.

Karyawan yang terdampak juga tidak diwajibkan untuk bekerja saat sudah memasuki periode pemberitahuan. Tujuannya agar karyawan dapat fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang.

Manajemen juga menyebut bahwa tetap akan membayar gaji mereka secara penuh. Termasuk membayarkan cuti tahunan yang tidak digunakan, selain juga hak-hak lainnya termasuk cuti melahirkan.

Selanjutnya, karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham akan dihapus, sehingga karyawan yang meninggalkan Gojek dapat memiliki saham di perusahaan yang telah mereka bangun.

Baca Juga: Gelombang PHK Meningkat, BPJamsostek Siapkan Layanan Baru Selama New Normal

Lebih lanjut, Gojek akan tetap memperpanjang asuransi kesehatan karyawan terdampak di tengah pandemi Covid-19.

Perseroan ingin memastikan bahwa kebutuhan terkait kesehatan karyawan yang terdampak tetap dapat terpenuhi.

"Kami akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan juga bagi keluarga mereka, hingga 31 Desember 2020," lanjut manajemen.

Selain itu, karyawan dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang lain, memperpanjang masa dukungan mencakup program layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama 3 bulan ke depan.

Untuk para karyawan bisa mencari pekerjaan baru, pihak Gojek memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang untuk mencari pekerjaan.

"Kami tahu bahwa apapun yang kami lakukan mungkin tidak cukup untuk mengurangi kekecewaan kalian, namun kami berupaya yang terbaik untuk dapat mendukung kalian. Kami berharap kalian dapat terus mengenang masa-masa kalian selama di Gojek," tulis Co-CEO Gojek, Kevin dan Andre.

"Kami memohon maaf sebesar-besarnya kami harus mengambil keputusan sulit untuk kita dapat mengimplementasikan hal ini," sambungnya.

Baca Juga: Lengkap, Perseteruan John Kei dengan Sang Paman Nus Kei

 



Sumber : Kompas TV



BERITA LAINNYA



Close Ads x