Hasan pun kemudian mengklarifikasi pernyataannya terkait teror kepala babi yang dikirimkan kepada jurnalis Tempo, Francisca.
Ia menegaskan pernyataannya bukan untuk meremehkan ancaman, melainkan untuk memperlihatkan bahwa teror semacam ini tidak efektif jika tidak ditanggapi dengan ketakutan.
Menurut Hasan, pendekatan yang dilakukan Francisca membuat pelaku kehilangan daya tekan.
Baca Juga: Duka Keluarga Korban Kecelakaan Bus Jemaah Umrah Arab Saudi, 6 WNI Meninggal Dunia
Di sisi lain, dugaan teror itu sudah dilaporkan ke Bareskrim Polri dan teregister dengan nomor laporan LP/B/153/III/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tertanggal 21 Maret 2025.
Mabes Polri telah membentuk tim khusus untuk mengusut pelaku dan motif di balik aksi teror ini.
Meski demikian, laporan tersebut tak menghentikan kiriman tak wajar ke kantor redaksi Tempo.
Pada Sabtu (22/3), Tempo kembali menerima kiriman tak wajar berupa bangkai tikus yang telah dipenggal.
Berdasarkan keterangan tertulis yang beredar, kejadian itu bermula ketika petugas kebersihan Tempo menemukan paket mencurigakan tersebut pada sekitar pukul 08.00 WIB.
Kotak kardus itu terbungkus kertas kado bermotif bunga mawar merah dan awalnya diduga berisi mi instan.
Namun, setelah dibuka, ternyata berisi enam bangkai tikus dengan kepala terpenggal yang ditumpuk bersama badannya.
Meski demikian, tidak ditemukan tulisan atau pesan apa pun di dalam kotak tersebut.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV/Kompas.id.
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.