“Tidak ada hubungannya dengan itu. Ini hubungannya dengan keriuhan speaker,” ungkapnya.
Menurut Imam, pengeras suara di masjid perlu diatur justru agar umat bisa memiliki momentum untuk merasakan kesyahduan dan merenung soal kehidupannya.
“Kalau terus menerus dicocot telinga itu, nah enggak sempat memikirkannya lagi, misalnya karena sudah capai.
Karena itu pengaturan pengeras suara memang penting, terutama untuk kota-kota besar.
Baca Juga: Kemenag Buka Suara soal Sepiker Masjid dan Gonggongan Anjing, Begini Klarifikasinya
Dia mencontohkan. Di Jakarta saja, terdapat sekitar 4.000 masjid. Rata-rata setiap masjid itu memiliki pengeras suara bagian luar hingga delapan buah.
Kalau masing-masing dua speaker berbunyi bersamaan, dikali 4.000 masjid, maka ada 8.000 suara dari speaker luar.
“Maka itu memang riuh sekali,” ungkapnya.
Karena itu dia melihat pengaturan soal pengeras suara memang sudah mendesak. Ketua DMI Jusuf Kalla pun setuju dengan surat edaran Menteri Agama tersebut.
“SE itu pada dasarnya positif, tapi tidak tepat alasannya,” paparnya.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.