Kompas TV lifestyle kesehatan

4 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Hindari Dampak Memburuknya Kualitas Udara

Kompas.tv - 12 September 2023, 05:30 WIB
4-hal-yang-perlu-dilakukan-untuk-hindari-dampak-memburuknya-kualitas-udara
Kabut asap menyelimuti Jakarta pada Jumat, 11 Agustus 2023. Menurut pihak berwenang, penyebab utama memburuknya kualitas udara dan polusi di Jakarta akhir-akhir ini dipicu oleh musim kemarau dan emisi kendaraan bermotor. (Sumber: AP Photo/Dita Alangkara)
Penulis : Almarani Anantar | Editor : Edy A. Putra

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kualitas udara di Jakarta pada Senin pagi (11/9/2023), berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara, IQAir, masih tergolong "tidak sehat" dengan angka 161 pada pukul 09.00 WIB. 

Dengan kualitas udara seperti itu, Jakarta meraih peringkat ketiga sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Senin pagi. 

Memburuknya kualitas udara di Jakarta juga dibarengi dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang terkena penyakit, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Berikut 4 hal yang perlu kamu lakukan untuk menghindari dampak memburuknya kualitas udara, seperti dilansir Healthline dan Kompas.com

Baca Juga: Kasus ISPA Meningkat, Catat Gejala dan Penanganannya agar Tak Makin Parah

4 Hal untuk Hindari Dampak Memburuknya Kualitas Udara

1. Batasi Waktu Beraktivitas di Luar Ruangan

Meskipun sulit untuk dihindari, tetapi ada baiknya untuk membawa aktivitas yang biasa dilakukan di luar ruangan, ke dalam ruangan. Seperti misalnya, jika sebelumnya kamu terbiasa berolahraga di luar, coba untuk melakukannya di dalam ruangan.

Dengan begitu, kamu bisa meminimalkan masuknya udara yang tercemar ke dalam tubuh.  

2. Pakai Masker

Ketika berada di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk, ada baiknya kamu menutupi hidung dan mulut. Untuk menutupinya, gunakan masker. Kamu dapat menggunakan masker respirator N95 yang dapat menyaring partikel-partikel halus yang masuk melalui mulut atau hidung.

3. Cukupi Kebutuhan Vitamin C

Jika kamu tetap harus ke luar ruangan di tengah kualitas udara yang memburuk, kamu perlu mencukupi kebutuhan vitamin C tubuh kamu. Vitamin C yang direkomendasikan oleh para ahli adalah 500 mg per hari.

Dosis tersebut diyakini cukup untuk membantumu menjaga kesehatan tubuh sehingga kamu akan terhindar dari berbagai macam penyakit. Sebelum mengonsumsi vitamin C, pastikan dosisnya aman seperti yang tertera pada kemasan.

Baca Juga: Polusi Udara Jakarta Kian Memburuk, 11 Perusahaan Terkena Sanksi Administratif | POP NEWS

4. Ketahui Informasi Terkini

Dalam upaya menjaga kesehatan dari dampak polusi udara, salah satu yang harus dilakukan adalah mengetahui dan memahami kualitas udara di daerahmu.

Pelajari juga Indeks Kualitas Udara (AQI) dan angka yang tertera seperti berikut ini:

- 0-50: Kualitas udara baik.

- 51-100:  Kualitas udara sedang, dan orang yang sangat sensitif mungkin mengalami gejala.

- 101-150: Udara tidak sehat untuk kelompok sensitif, seperti penderita asma. 

- 151-200: Udara tidak sehat untuk orang-orang dengan kondisi dan kelompok sensitif; beberapa orang di kalangan masyarakat umum juga dapat mengalami efek kesehatan.

- 201-300: Waspada, faktor risiko dapat meningkat untuk semua orang.

- 301+: Udara berbahaya.

Baca Juga: Butuh Gerak Cepat Tangani Polusi Udara di Jabodetabek untuk Cegah Korban Jiwa!

Menurut Christine Wiedinmyer, PhD, direktur asosiasi untuk sains di Cooperative Institute for Research in Environmental Sciences di University of Colorado Boulder, grafik AQI dapat membingungkan untuk ditelusuri karena tingkatannya yang luas dan partikelnya dapat berdampak pada orang yang berbeda dengan cara yang berbeda.


 




Sumber : Healthline.com, Kompas.com




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x