ALASKA, KOMPAS.TV — Sebuah pesawat yang membawa 10 orang dilaporkan hilang di atas perairan Norton Sound, Alaska, pada Kamis (6/2/20245) sore saat badai musim dingin melanda wilayah tersebut.
Tim pencarian dan penyelamatan terus bekerja sepanjang malam untuk menemukan pesawat yang dioperasikan oleh Bering Air itu.
Pesawat jenis Cessna 208B Grand Caravan lepas landas dari Unalakleet pada pukul 14.37 waktu setempat dengan tujuan Nome. Pesawat itu membawa sembilan penumpang dan satu pilot.
Menurut Departemen Keamanan Publik Alaska, kontak terakhir dengan pesawat terjadi kurang dari satu jam setelah keberangkatan, dengan posisi terakhir sekitar 12 mil (19 kilometer) di lepas pantai.
Baca Juga: Jet Tempur F-35 Angkatan Udara AS Jatuh di Alaska, Pilot Selamat
Tim pemadam kebakaran sukarela di Nome memimpin pencarian di sepanjang garis pantai dari Nome hingga Topkok, sementara kondisi cuaca yang buruk menghambat upaya pencarian udara.
Visibilitas terbatas akibat salju ringan dan kabut, dengan suhu di Unalakleet sekitar -8,3 derajat Celsius saat pesawat lepas landas.
Penjaga Pantai AS mengerahkan pesawat C-130 untuk menyisir area terakhir yang diketahui, didukung oleh Garda Nasional dan kepolisian negara bagian Alaska.
Namun, pihak berwenang meminta warga untuk tidak melakukan pencarian sendiri karena kondisi yang berbahaya.
"Kru Bering Air bekerja keras mengumpulkan informasi, mengoordinasikan bantuan darurat, serta mendukung operasi pencarian dan penyelamatan," kata David Olson, Direktur Operasi Bering Air, dikutip dari The Associated Press.
Baca Juga: Jet Tempur Rusia Bermanuver Dekat Pesawat AS di Langit Alaska
Unalakleet, tempat keberangkatan pesawat, adalah komunitas kecil berpenduduk sekitar 690 orang yang terletak 240 kilometer tenggara Nome dan 640 kilometer barat laut Anchorage.
Wilayah pedalaman Alaska sangat bergantung pada transportasi udara, terutama saat musim dingin ketika akses darat terbatas.
Hilangnya pesawat ini merupakan insiden besar ketiga dalam dunia penerbangan AS dalam delapan hari terakhir.
Sebelumnya, tabrakan antara pesawat komersial dan helikopter militer di dekat Washington, D.C., pada 29 Januari 2025 lalu menewaskan 67 orang.
Dua hari kemudian, pesawat medis jatuh di Philadelphia, menewaskan enam orang di dalamnya dan satu orang di darat.
Hingga Kamis malam, lokasi pesawat masih belum ditemukan, dan nama-nama penumpang belum dirilis.
Rumah sakit Norton Sound Health Corporation di Nome telah bersiaga untuk kemungkinan keadaan darurat medis.
Senator Alaska, Dan Sullivan, menyampaikan doa dan dukungan bagi keluarga korban serta tim penyelamat.
Baca Juga: AS Protes Jet Tempur Rusia Su-35 Melintas Sangat Dekat dari F-16 Miliknya di Alaska
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Associated Press
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.