"Di sini pasien yang gejala ringan akan diminta isolasi di rumah, tetapi diawasi dengan ketat. Ada aplikasi social monitoring dan 380ribu CCTV sehingga bagi yang terdeteksi positif akan terdeteksi jika melakukan pergerakan," jelas Jose.
Jika ada pasien positif yang ke luar dari tempat tinggal, maka pihak berwajib akan segera menghubungi pasien tersebut untuk memastikan.
Sementara untuk pasien bergejala berat akan segera dialihkan ke RS khusus Covid-19.
Baca Juga: Izin Vaksin Covid-19 untuk Hewan Produksi Rusia Sudah Keluar, Seekor Kucing Jadi Pasien Pertama
Jose juga mengatakan bahwa Rusia menerapkan sanksi berupa denda bagi siapa saja yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker.
"Jika ada yang terbukti positif Covid-19 dan berkontak dengan orang lain sehingga orang tersebut tertular akan dikenakan sanksi denda kurang lebih USD 4.000," kata Jose.
Akan tetapi Jose menyayangkan banyak masyarakat yang sudah tidak memakai masker ketika berada di tempat umum.
"Sebenarnya dari pemerintah mengimbau dan mengingatkan prokes, tapi pemantauan kami dari KBRI, di Red Square, banyak sekali yang tidak menggunakan masker," kata Jose.
Menurut Jose hal ini dipicu karena jumlah kasus yang saat ini sudah menurun drastis sehingga ada relaksasi. Berbagai fasilitas umum seperti sekolah, restoran, bioskop, juga sudah dibuka sehingga masyarakat merasa sudah semakin aman.
"Pemerintah kembali tegaskan sanksi secara ketat, dan bulan Mei ini pemerintah menerapkan libur sehingga masyarakat tidak bekerja," kata Jose.
Jose berharap masyarakat Indonesia tidak meniru perbuatan ini dan tidak menganggap remeh Covid-19.
Baca Juga: Belajar dari "Mumbai Model", Pelaku Industri Turut Andil Perangi Covid-19 di India
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.