Kompas TV internasional kompas dunia

Terlibat Skandal Pembayaran Kesejahteraan Anak, PM Belanda dan Seluruh Kabinetnya Mundur

Sabtu, 16 Januari 2021 | 00:59 WIB
terlibat-skandal-pembayaran-kesejahteraan-anak-pm-belanda-dan-seluruh-kabinetnya-mundur
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (tengah kanan) dan Raja Willem-Alexander (tengah) dan para menteri kabinet dalam pengambilan foto resmi pemerintahan Belanda yang baru di Istana Kerajaan Noordeinde di Den Haag, Belanda pada 26 Oktober 2017. (Sumber: AP Photo / Peter Dejong)

DEN HAAG, KOMPAS.TV – Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan seluruh kabinetnya mengundurkan diri pada Jumat (15/1) sebagai bentuk tanggung jawab politik atas skandal yang melibatkan penyelidikan pembayaran kesejahteraan anak yang secara keliru menyebut ribuan orang tua sebagai penipu.

Dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional, Rutte mengatakan dirinya telah menginformasikan Raja Willem-Alexander atas keputusannya dan berjanji bahwa pemerintahannya akan terus bekerja untuk memberi kompensasi pada para orang tua yang terkena imbasnya secepat mungkin. Ia juga berjanji akan terus memerangi virus corona.

“Kami satu pikiran bahwa jika seluruh sistem ini gagal, kita semua harus bertanggung jawab, dan itu mengarah pada kesimpulan yang baru saja saya tawarkan pada raja, yakni pengunduran diri seluruh kabinet,” terang Rutte seperti dilansir dari Associated Press.

Baca Juga: PM Belanda Perpanjang Lockdown Selama 3 Minggu

Tak lama setelah menyampaikan pernyataannya, Rutte mengendarai sepedanya dan mengayuh menuju istana raja di Den Haag untuk memberi tahu sang raja secara formal. Televisi Belanda menyiarkan adegan saat Rutte memarkir sepedanya di dasar anak tangga menuju istana, dan lalu melangkah masuk istana.

Langkah ini banyak dinilai sebagai simbol bahwa pemerintahan Rutte akan tetap menjabat dalam fungsi menjaga hingga koalisi baru terbentuk setelah pemilu 17 Maret digelar di Belanda.

Pengunduran diri ini mengakhiri masa jabatan Rutte selama satu dekade, meski partainya diperkirakan akan menang dalam pemilu, dan menempatka Rutte di posisi sebagai pembentuk pemerintahan yang baru. Jika ia sukses membentuk koalisi baru, Rutte tampaknya akan kembali menjadi perdana menteri.

Penulis : Vyara Lestari


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:35
ANGKATAN UDARA ARAB SAUDI GELAR LATIHAN BERSAMA ANGKATAN UDARA AS   FACEBOOK DIDENDA RP 9,2 TRILIUN OLEH PENGADILAN NEGERI BAGIAN UTARA CALIFORNIA GARA-GARA FITUR "TAGGING"   PAUS FRANSISKUS AKAN MEMULAI KUNJUNGAN KEPAUSAN PERTAMANYA DI IRAK PADA JUMAT, 5 MARET 2021   PEMKOT PONTIANAK, KALBAR, BENTUK SATGAS UNTUK PENANGANAN KARHUTLA YANG TERJADI DALAM SEPEKAN TERAKHIR   KLHK: KUALITAS UDARA DI KOTA PONTIANAK, KALBAR, TIDAK SEHAT AKIBAT KARHUTLA   REL LAYANG JADI OPSI PEMKOT SOLO ATASI KEMACETAN DI PALANG JOGLO, NUSUKAN, BANJARSARI   PRESIDEN JOKOWI BERHARAP KRL YOGYAKARTA-SOLO BISA TINGKATKAN SEKTOR PARIWISATA DAN BISNIS   DINKES KOTA BEKASI TELAH TERIMA 50.700 DOSIS VAKSIN COVID-19 UNTUK MELAKUKAN VAKSINASI TAHAP DUA   DINKES KOTA BEKASI PERTIMBANGKAN VAKSINASI COVID-19 TAHAP DUA DILAKUKAN SECARA MASSAL   SEBANYAK 1.400 PEDAGANG PASAR DI KOTA TANGERANG, BANTEN, TERIMA VAKSIN COVID-19   SEBANYAK 26.000 WARGA LANSIA DI KECAMATAN KEMBANGAN, JAKBAR, JADI TARGET PESERTA VAKSINASI COVID-19   MENTERI ATR/KEPALA BPN SOFYAN DJALIL: PEJABAT PEMBUAT AKTA TANAH (PPAT) YANG TERLIBAT MAFIA TANAH AKAN DIPECAT   PLT GUBERNUR SULSEL ANDI SUDIRMAN SULAIMAN AKAN EVALUASI SEMUA PROYEK SETELAH NURDIN ABDULLAH DITANGKAP KPK   MENPAN DAN RB TJAHJO KUMOLO: TOTAL KEBUTUHAN ASN UNTUK 2021 SEBANYAK 1,3 JUTA ORANG