> >

Komisi IV DPR RI Bakal Panggil Raja Juli Antoni terkait Temuan Ladang Ganja di Kawasan Bromo

Politik | 20 Maret 2025, 10:52 WIB
Komisi IV DPR RI Bakal Panggil Raja Juli Antoni terkait Temuan Ladang Ganja di Kawasan Bromo
Ladang ganja yang ditemukan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berkat kolaborasi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan Kepolisian RI. (Sumber: ANTARA/HO-Kemenhut)

Narasi itu kemudian dikaitkan dengan larangan penerbangan drone di lokasi tersebut atau harus membayar senilai Rp 2.000.000 agar bisa tetap menerbangkan drone.

Raja Juli Antoni selaku Menhut telah merespons narasi itu, dan mengatakan bahwa pembatasan drone dan penutupan TNBTS tidak ada kaitannya dengan penemuan ladang ganja.

"Itu tidak terkait dengan penutupan Taman Nasional, kan isunya sengaja ditutup supaya tanam ganjanya tidak ketahuan. Justru drone yang dimiliki oleh teman-teman Taman Nasional yang menemukan titiknya," kata Raja Juli di Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (18/3/2025).

Ia menegaskan, ladang ganja di TNBTS bukan milik Taman Nasional. Justru, pihak TNBTS bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menemukan ladang ganja menggunakan drone.

Sementara, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, menegaskan bahwa ladang ganja itu ditemukan pada September 2024 lalu.

"Kita dari Taman Nasional membantu mengungkapkan di mana ladang ganja itu karena ladang ganja biasanya ditanam di tempat-tempat yang relatif sulit untuk ditemukan," kata Satyawan.

Baca Juga: Polda Sumbar Gagalkan Peredaran Ganja 25 Kg, 2 Kurir Ditangkap

Ladang itu, kata dia, ditemukan pada 18-21 September 2024 oleh tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar TNBTS, Polres Lumajang, TNI, hingga perangkat desa. Lokasinya di Blok Pusung Duwur, Kecamatan Senduro dan Gucialit.

"Proses pemetaan dan pengungkapan lahan ganja dilakukan menggunakan teknologi drone. Tim menemukan bahwa tanaman ganja berada di lokasi yang sangat tersembunyi, tertutup semak belukar lebat, serta berada di lereng yang curam," ujarnya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas.com


TERBARU