> >

Hari Kebaya Nasional, Mengintip Busana Legendaris Ibu Tien Soeharto

Peristiwa | 24 Juli 2024, 08:58 WIB
Presiden Soeharto menandatangani sampul hari pertama Perangko Seri Ibu Tien Soeharto yang diterbitkan PT Pos Indonesia dalam rangka memperingati 100 hari wafatnya Ny Tien Soeharto, di kediamannya di Jl Cendana, Jakarta, Senin (5/8). Usulan menerbitkan perangko ini datang dari Komisi V DPR RI kepada Menparpostel, dan dari Perkumpulan Filatelis Indonesia, perorangan dari Yogyakarta, Surabaya, Pematangsiantar, Ujungpandang, Denpasar, dan Kudus.(Sumber: KOMPAS/JB SURATNO)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Untuk pertama kalinya, pemerintah merayakan Hari Kebaya Nasional (HKN) pada hari ini, Rabu 24 Juli 2024. Penetapan HKN berdasarkan Keputusan Presiden Nomo 19 Tahun 2023 tentang HKN. Dasarnya adalah kebaya sebagai aset nasional dan terinspirasi dari Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ke-10 di era Presiden Soekarno, ketika itu semua peserta yang hadir menggunakan kebaya.

Hari ini, HKN akan dirayakan di Gelora Bung Karno (GBK) dari pagi sampai sore. Salah satunya, akan dipamerkan delapan kebaya legendaris Ibu Tien Soeharto. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo dalam keterangan di Jakarta, Senin (22/3/2024)    

“Sebanyak delapan kebaya legendaris koleksi Ibu Tien akan ditampilkan. Kowani sudah melakukan audiensi dengan anaknya, yakni Ibu Titiek Soeharto. Beliau sangat mengapresiasi pelaksanaan Hari Kebaya Nasional yang akan diselenggarakan untuk pertama kalinya ini,” kata Giwo.  

Giwo menuturkan, delapan kebaya yang akan ditampilkan tersebut, merupakan kebaya model kutu baru yang dipasangkan dengan kain wiron, sebuah kain batik yang salah satu ujungnya dilipat-lipat seperti kipas.

Memang, Tien Soeharto terkenal bukan hanya sebagai istri Soeharto, Presiden RI kedua yang berkuasa selama 32 tahun, tapi juga cara berpakaiannya yang ikonik. Dalam berbagai pose dan kegiatan, sosok perempuan kelahiran Solo, Jawa Tengah, 23 Agustus 1923 ini, sebagian besar tampil berkebaya lengkap dengan selendangnya.

Baca Juga: Kumpulan Twibbon Hari Kebaya Nasional 2024 dan Ucapannya yang Bisa Diunggah di Media Sosial

Rupanya, kebiasaan ini sudah dijalaninya sejak remaja. Mengutip laman perpustakaan nasional, perempuan bernama lengkap Siti Hartinah ini sudah berkebaya sejak remaja.     

"Selama bersekolah, ia selalu memakai kebaya, bukan memakai rok. Hanya pada kegiatan kepanduan JPO (Javaanche Padvinder Organisatie) ia diizinkan orang tuanya memakai rok, pakaian seragam JPO. Karena rajin mengikuti latihan-latihan di JPO, akhirnya dalam dirinya tumbuh tunas-tunas idealisme yang terus berkembang. Fungsi kepanduan yang universal adalah pembinaan budi pekerti, watak, dan karakter sejak usia muda, disiplin dan solidaritas serta tolong-menolong, saling hormat-menghormati serta saling menyayangi," demikian laman itu menuliskan.

Rupanya, kebiasaan berkebaya tidak hilang meski sudah bersuami seorang tentara, Soeharto. Bahkan, kebiasaan ini terus dibawa hingga sang suami menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Tradisi dan budaya Jawa adalah salah satu faktor yang paling kuat memengaruhinya.

Penulis : Iman Firdaus Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU