Golkar Ingatkan Posisi Menteri Terbatas, Tidak Ada Gunanya Bergabung cuma Kepengin jadi Menteri
Politik | 24 Februari 2024, 22:46 WIBJAKARTA, KOMPAS.TV - DPP Partai Golkar mengingatkan kementerian di kabinet sangat terbatas, untuk itu partai di luar Koalisi Indonesia Maju yang ingin bergabung di pemerintahan selanjutnya tidak kecewa jika tak mendapat jatah menteri.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo mengakui kerja sama dalam membangun bangsa sangat penting. Akan tetapi bukan berarti jika telah gabung ke pemerintah, harus mendapatkan posisi.
Semakin banyak unsur yang bergabung, artinya semua harus menyadari ada keterbatasan posisi yang harus diisi dalam kabinet pemerintahan nanti.
Menurutnya hal tersebut tidak disadari oleh partai yang ingin bergabung, konsep penggabungan nantinya berakhir menjadi tidak efektif dan efisien.
"Oleh karena itu, penggabungan ini proporsional saja begitu. Tetapi, semua harus bersepakat untuk itu. Kalau kita bicara konsepnya itu efisiensi dan efektivitas, ya, tidak ada gunanya kalau bergabung itu tujuannya adalah semuanya kepengin jadi menteri," ujar Firman saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (24/2/2024). Dikutip dari Kompas.id.
Baca Juga: AHY hingga Budi Arie, Siapa Saja yang Diajak Gabung ke Kabinet Prabowo-Gibran?
Firman menambahkan pembagian "kue" kekuasaan tidak melulu harus di kementerian, tetapi bisa di banyak tempat lain. Mereka bisa berpartisipasi melalui legislatif, dunia usaha, atau bahkan di sektor yudikatif.
Di isi lain Firman juga tidak sepakat apabila kekritisan parpol di parlemen nanti, menjadi berkurang karena telah bergabung dalam koalisi parpol pendukung pemerintah.
Ia menilai meski berada di pemerintahan, parpol tersebut juga boleh mengkritik kebijakan pemerintahan selama isinya obyektif, konstruktif, dan proporsional.
"Kalau menteri itu melakukan kebijakan yang salah, kita diam, tidak seperti itu. Check and balances itu, tetap penting." ujar Firman.
Penulis : Johannes Mangihot Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV