> >

Saling Serang, Demokrat Beberkan Kelicikan PDIP untuk Jegal SBY Tak Maju pada Pilpres 2009

Politik | 20 September 2022, 12:38 WIB
Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/3/2021). (Sumber: ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)

"Demokrat pun dipilih 20,85 persen rakyat di Pileg 2009, dan Bapak SBY bisa maju kembali sebagai capres di Pilpres 2009," ujarnya.  

Ia menyebut, argumen itu jelas menunjukkan PDIP memang pernah memiliki niat untuk menjegal SBY agar tak ikut menjadi peserta Pilpres 2009. 

"Jelas-jelas Bapak SBY yang mau dijegal oleh teman-teman partainya Aria Bima (Politikus PDIP), mengapa malah Aria Bima membuat hoaks seakan-akan Pak SBY berupaya hanya dua pasang calon di 2009?" katanya. 

Sebelumnya, PDIP menilai SBY dan Partai Demokrat sepertinya masih menerapkan strategi playing victim dalam pemilu 2024.

Penilaian itu disampaikan politikus  PDI Perjuangan  Aria Bima dalam Sapa Indonesia Pagi KOMPAS TV, Senin (19/9/2022), lantaran SBY mengeluarkan pernyataan tentang Pemilu 2024 yang diduga telah diatur hanya ada dua pasangan kandidat capres dan cawapres.

“Karena biasa menggunakan strategi playing victims itu, Pak SBY,” ucap Aria Bima.

Bagi Bima, apa yang disampaikan SBY soal dugaan adanya ‘settingan’ pada Pemilu 2024 lebih karena bentuk refleksi diri.

Baca Juga: Aria Bima PDIP soal Alasan SBY Turun Gunung: Menggelikan, Takut Kalah Sebelum Bertanding

Sebab, kata Aria Bima, SBY pada Pemilu 2004-2009 pernah mengatur bagaimana saat itu hanya ada dua pasangan kandidat saja.

Penulis : Fadel Prayoga Editor : Desy-Afrianti

Sumber : Kompas TV


TERBARU