Pemerintah Siap Hadapi Lonjakan Omicron
Kesehatan | 3 Januari 2022, 06:10 WIBJAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah menyatakan siap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.
Saat ini pemerintah sudah menyiagakan 1.011 rumah sakit dan 82.168 tempat tidur untuk pasien Covid-19.
Selain itu, kesiapan logistik berupa APD dan obat-obatan sudah dicukupi untuk tiga bulan ke depan.
"Kesiapsiagaan pelayanan kesehatan dilakukan karena pelaku perjalanan luar negeri yang masuk ke Indonesia diperkirakan semakin banyak," ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo, usai memantau perkembangan kondisi pasien Covid-19 varian Omicron di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta, Minggu (2/1/2022), dilansir Antara.
Sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 varian Omicron, mulai melakukan pengetatan untuk pasien umum.
Hal ini dilakukan sebagai persiapan jika ada gelombang Omicron.
Baca Juga: Indonesia Beruntung, Manfaatkan Waktu Untuk Mempersiapkan Lonjakan Kasus Covid-19 Varian Omicron
"Seperti di RSPI, mereka nantinya bisa mengonversi tempat tidur untuk pasien Covid-19," ujar Abraham.
Saat ini RSPI Sulianti Saroso sendiri sedang merawat 24 pasien Covid-19 varian Omicron.
Sebanyak 24 pasien tersebut kondisinya terus membaik, dan tidak ada yang perlu mendapatkan perawatan intensif.
Menurut dokter spesialis paru di RSPI Sulianti Saroso, Rosa Marliana, seluruh pasien Omicron umumnya berusia muda dan tidak memiliki komorbid.
Pasien terdeteksi memiliki Omicron bukan karena gejala namun karena ingin melakukan perjalanan jauh.
Baca Juga: 136 Orang Terpapar Omicron di Indonesia, Kemenkes Imbau WNI Tidak Bepergian ke Negara Ini!
"Pasien pada awal-awal adanya varian baru cenderung tidak berat karena mayoritas adalah berusia muda serta sebenarnya orang sehat sehingga dia mau melakukan perjalanan jauh."
"Situasi mulai sulit ketika penularan sudah menyebar ke kelompok lansia dan komorbid,” tutur Rosa Marliana.
Dengan situasi yang sedang terjadi saat ini, Rosa berharap pemerintah tidak terburu-buru mengendurkan pembatasan sosial.
Penulis : Hariyanto-Kurniawan
Sumber : Kompas TV