> >

Kesehatan Mental Pasien Jadi Sorotan dalam Peringatan Hari Diabetes Sedunia

Kesehatan | 15 November 2024, 00:30 WIB
Ilustrasi orang yang terkena diabetes.  (Sumber: rawpixel.com on Freepik)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebanyak 77 persen pengidap diabetes mengalami kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lain akibat penyakit yang diderita. Hal ini terungkap dalam survei terbaru International Diabetes Federation (IDF).

Peringatan Hari Diabetes Sedunia yang diperingati setiap 14 November menyoroti pentingnya memperhatikan kesehatan mental penderitanya. 

Khawatir dengan komplikasi diabetes melitus menjadi sumber stres utama (83 persen) pengidap diabetes, diikuti dengan perawatan penyakit (73 persen), stigma dan diskriminasi (58 persen), serta takut jarum suntik (55 persen).

Survei terbaru ini dilakukan di 7 negara, termasuk Brasil, India, Indonesia, Pakistan, Afrika Selatan, Spanyol, dan Amerika Serikat.

Dalam siaran persnya, IDF menggaris bawahi pentingnya dukungan. Apalagi, tiga dari empat orang yang hidup dengan diabetes membutuhkan dukungan untuk kesehatan emosional dan mental.

Baca Juga: Menkes Budi Gunadi Akui Tengah Dekati Produsen Vaksin TBC dari 3 Negara: Ada AS, China, dan Jerman

"Menurut estimasi kami, lebih dari setengah juga orang saat ini hidup dengan diabetes, dengan perkiraan di tahun 2045 sebanyak 1 dari 8 orang akan mengidap diabetes," kata Presiden IDF Prof Peter Schwarz melansir laman resmi WHO.

Ia menyebutkan, tak dipungkiri diabetes memengaruhi fisik dan kesejahteraan mental. Perawatan penyakit yang memang fokus pada menajemen gula darah sering membuat pengidap diabetes kewalahan.

"Kita juga perlu melihat lebih dari gula darah untuk kehidupan penderita diabetes yang lebih baik," katanya.

Dukungan untuk kesejahteraan mental sangat dibutuhkan pasien dari para tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Menurut salah satu dokter di Bolivia, Dr Douglas Villarroel, kesejahteraan mental bukanlah sesuatu yang dikhawatirkan sebagian besar dokter, karena dalam praktek sehari-hari mereka fokus pada pengobatan, membaca hasil laboratorium, dan menuliskan resep.

“Saat pasien diabetes datang ke konsultasi, jika kita melihat orang tersebut sebagai manusia, bukan sebagai pasien, kita melihat manusia, jadi kita akan memperlakukan mereka secara berbeda," kata dokter yang sudah 30 tahun menangani diabetes.

Baca Juga: Cek 10 Manfaat Kesehatan Minum Rebusan Air Daun Sirih, Ada Apa Saja?

Pada Hari Diabetes Sedunia ini, IDF menyerukan kepada penyedia layanan kesehatan, pembuat kebijakan, dan masyarakat untuk menyadari dampak besar diabetes terhadap kesejahteraan mental.

Menempatkan kesejahteraan mental sebagai inti dari perawatan diabetes dapat meningkatkan hasil kesehatan dan kualitas hidup secara keseluruhan bagi jutaan orang yang hidup dengan diabetes di seluruh dunia.

 

Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Kompas TV


TERBARU