> >

Korut Eksekusi Mati 3 Pria yang Berupaya Kabur ke Korsel dengan Kapal, Warga Dipaksa Menyaksikan

Kompas dunia | 17 Maret 2025, 23:00 WIB
Korut Eksekusi Mati 3 Pria yang Berupaya Kabur ke Korsel dengan Kapal Warga Dipaksa Menyaksikan
Ilustrasi bendera Korea Utara. (Sumber: AP Photo/Cha Song Ho, File)

PYONGYANG, KOMPAS.TV - Korea Utara dilaporkan telah mengeksekusi mati tiga orang yang berusaha kabur ke Korea Selatan menggunakan kapal.

Mereka mengeksekusi mati ketiganya menggunakan senapan mesin.

Pihak otoritas kemudian membakar jasad ketiga orang tersebut di depan warga yang dipaksa menyaksikan eksekusi itu.

Baca Juga: AS-Korsel Lakukan Latihan Pertempuran di Terowongan, Persiapan Perang di Fasilitas Bawah Tanah Korut

Menurut sumber dari Radio Free Asia, Senin (10/3/2025), ketiga orang yang berusia sekitar 30 tahunan itu ditangkap pada Januari.

Ketika itu, mereka mencoba kabur ke Korea Selatan menggunakan perahu. Tersesat di dalam kabut di laut, mereka mengira telah menyeberangi perbatasan ketika melihat apa yang diduga sebagai kapal penangkap ikan Korsel.

Menurut sumber tersebut, mereka berteriak meminta tolong, tetapi ternyata yang memergoki mereka adalah kapal patroli Korut, dan mereka pun segera ditangkap.

Pihak otoritas pun mengancam warga dengan melakukan eksekusi tersebut secara terbuka, bahwa mereka akan mengalami nasib yang sama jika berusaha kabur dari Korut.

Menurut sumber tersebut, hal itu dilakukan pihak otoritas untuk menakuti warga negara itu yang mungkin berpikir untuk kabur.

Kejadian tersebut merefleksikan kerasnya hukuman bagi warga Korut yang berusaha kabur.

Sebelumnya, mereka mungkin hanya akan dikirim ke kamp edukasi kembali maksimal selama 15 tahun.

Namun kini mereka bisa dieksekusi mati oleh regu tembak, dan warga di sekitar wilayah itu dipaksa untuk menyaksikan.

Eksekusi di depan publik memang kerap terjadi di Korut, untuk kejahatan seperti pembunuhan, perdagangan manusia, ataupun pendistribusian video Korsel.

Menurut sumber tersebut, ketiga orang tersebut, dua di antaranya kakak adik bermarga Kim, dan seorang teman bermarga Ri, berasal dari Provinsi Hwanghae Selatan.

Provinsi itu berbatasan dengan Korsel di pantai barat semenanjung Korea.

Soerang penduduk dari provinsi barat laut Pyongan Utara, yang menyaksikan eksekusi itu, menggambarkan bahwa eksekusi terjadi di Desa Songjong-ri pada Februari.

Ia mengatakan ketiga orang itu diikat ke tiang pancang.

“Kami menyaksikan para pria itu diseret keluar dengan kain hitam menutupi mata mereka dan disumpal, ditembak puluhan kali dan tubuh mereka dicabik-cabik,” tuturnya.

Ia mengatakan biasanya mereka yang dieksekusi diikat ke tiang pancang di tiga tempat, yaitu di leher, badan dan kaki.

“Namun, kali ini mereka sangat lemah karena penyiksaan yang parah sehingga mereka harus diikat menjadi enam bagian, karena tak mampu menopang tubuh mereka sendiri,” ucapnya.

Ia mengatakan bahwa pihak otoritas berteriak “pengkhianat bangsa harus dihukum!”.

Saat itu, 10 eksekutor menembak ketiga orang itu 9 kali, tiga di kepala, tiga di dada dan tiga di kaki, sehingga total tembakan adalah 90 kali untuk setiap pesakitan.

Baca Juga: Tentara Korea Utara Disebut Kelaparan, Jual Peralatan Militer demi Makanan

Sedangkan warga Pyongan Utara lainnya, yang mengaku mendengar dari temannya di Hwangtae Selatan, dan juga seorang saksi mata, mengatakan otoritas desa memerintahkan semua orang di pabrik, ladang dan sekolah terdekat untuk datang.

“Ini merupakan upaya untuk menanamkan ketakutan kepada warga, bahwa ini yang akan terjadi jika Anda berusaha kabur,” tuturnya.

“Kebanyakan warga berkumpul karena tak tahu apa yang terjadi, dan mereka dipaksa menyaksikan peristiwa mengerikan itu,” katanya.

 

Penulis : Haryo Jati Editor : Vyara-Lestari

Sumber : Radio Free Asia


TERBARU