> >

Profil Anthony Albanese, Dibesarkan dalam Kemiskinan Menjadi PM Australia Baru dari Partai Buruh

Kompas dunia | 22 Mei 2022, 05:16 WIB
Pemimpin Partai Buruh Anthony Albanese berbicara kepada para pendukungnya di acara Partai Buruh di Sydney, Australia, Minggu, 22 Mei 2022, setelah Perdana Menteri Scott Morrison mengakui kekalahan dari Albanese dalam pemilihan federal. (Sumber: AP Photo/Rick Rycroft)

Ibu Albo kembali ke Sydney dari perjalanan tujuh bulannya melalui Asia ke Inggris dan benua Eropa, dalam keadaan hamil hampir empat bulan, menurut biografi Anthony Albanese 2016, 'Albanese: Telling it Straight'.

Baca Juga: China dan Kepulauan Solomon Teken Draft Pakta Keamanan, Australia, Selandia Baru dan AS Khawatir

Carlo Albanese, ayah dari Anthony, berdiri paling kiri, dan Maryanne Ellery, duduk paling kanan (Sumber: SBS Australia)

Ibu Albo tinggal bersama orang tuanya di rumah milik pemerintah daerah mereka di pinggiran kota Camperdown ketika anak tunggalnya, Albo, lahir pada 2 Maret 1963.

Anak satu-satunya, Nathan yang lahir tahun 2000, menginspirasi seorang ayah, Albanese, untuk bertemu ayahnya sendiri dengan hanya bermodalkan sebuah foto untuk membantu melacaknya.

Karena kesetiaan kepada ibunya dan rasa takut untuk menyakiti perasaan sang ibu, Albanese menunggu sampai wafatnya tahun 2002 sebelum mencari ayahnya. 

Pasangan itu akhirnya bertemu dan dapat berdamai di kampung halaman ayahnya di Barletta, Italia, sebelum ayah Anthony, Carlo Albanese, meninggal dunia tahun 2014. 

"Pembicaraan terakhir yang kami lakukan adalah, dia senang kami telah menemukan satu sama lain," kata politisi itu kepada ABC.

Baca Juga: Gawat, Australia Percepat Pembelian Rudal Serang Berjarak Tembak 900 KM

Anthony Albanese, anak, istri, dan ayah Anthony, Carlo Albanese, yang baru bertemu tahun 2009. (Sumber: SBS Australia)

Albanese bergabung dengan Partai Buruh sayap kiri di masa SMA dan kemudian menjadi sangat terlibat dalam politik saat mahasiswa di University of Sydney.

Albanese adalah orang pertama di keluarganya yang pergi bersekolah ke universitas dan mengatakan akar kelas pekerjanya membentuk pandangan dunianya. 

"Ini mengatakan banyak tentang negara ini," katanya pada malam pemilihannya, suaranya terdengar parau terhanyut emosi.

"Bahwa seseorang yang berangkat dari dasar yang paling bawah seperti itu dapat berdiri di hadapan Anda hari ini, berharap untuk terpilih sebagai perdana menteri negara ini besok."

Dalam 26 tahun sejak Albanese pertama kali terpilih menjadi anggota parlemen, Partai Buruh hanya memegang pemerintahan selama lima tahun, selama masa kepemimpinan Kevin Rudd dan Julia Gillard yang penuh gejolak.

Albanese pertama kali menjadi menteri setelah kemenangan pemilu 2007 Rudd dan melesat naik anak tangga jajaran Partai Buruh, akhirnya mengambil alih kepemimpinan partai sebagai oposisi setelah kekalahan telak partai pada 2019.

Sebagai pemimpin Partai Buruh, Albanese terkadang tersandung di saat kampanye, seperti melupakan angka pengangguran negara dan suku bunga pinjaman utama.

Namun seperti orang lainnya yang besar dan belajar di jalanan, Albanese menunjukkan kejujuran yang bercampur kecerdikan, "Setiap orang akan membuat kesalahan dalam hidup mereka. Pertanyaannya adalah apakah Anda belajar darinya. Pemerintah (saat) ini terus mengulangi kesalahan yang sama," katanya.

Penulis : Edwin Shri Bimo Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press/France24/Daily Mail


TERBARU