Begini Hitung-hitungan Pajak Gaji Mentok UMR Pekerja Jakarta, Karawang, Surabaya Sesuai UU HPP
Ekonomi dan bisnis | 12 Oktober 2021, 05:35 WIBBerikut rincian perubahan lapisan dan tarif pajak sesuai UU HPP
- Penghasilan sampai dengan Rp 60 juta kena pajak tarif 5 persen.
- Penghasilan di atas Rp 60 juta - Rp 250 juta kena pajak tarif 15 persen.
- Penghasilan di atas Rp 250 juta - Rp 500 juta kena tarif 25 persen.
- Penghasilan di atas Rp 500 juta - Rp 5 miliar kena tarif 30 persen.
- Penghasilan di atas Rp 5 miliar kena tarif 35 persen.
Sebelumnya, aturan di UU PPh mengatur lapisan dan tarif pajak sebagai berikut:
- Penghasilan sampai dengan Rp 50 juta kena tarif 5 persen.
- Penghasilan di atas Rp 50 juta - Rp 250 juta kena tarif 15 persen.
- Penghasilan di atas Rp 250 juta - Rp 500 juta kena tarif 25 persen.
- Penghasilan di atas Rp 500 juta kena tarif 30 persen.
Baca Juga: Cara Mengajukan KPR Rumah di BTN, BRI, BNI hingga BCA
Cara Menghitung Pajak Penghasilan
Misalnya, kamu punya penghasilan Rp 5 juta per bulan atau Rp 60 juta per tahun. Melalui UU HPP, pendapatanmu masuk lapis tarif terendah, yaitu tarif 5 persen.
Itu berarti, pajak yang perlu kamu bayar adalah: Penghasilan bruto × 5 persen = 60 juta × 5 persen = Rp 3 juta/tahun
Maka, kamu yang berpenghasilan Rp 5 juta per bulan mesti membayar PPh sebesar Rp3 juta per tahun berdasarkan UU HPP.
Sementara, sebelumnya UU PPh mengatur 2 tarif untuk orang berpenghasilan Rp60 juta per tahun, yaitu tarif 5 persen (untuk Rp50 juta pertama) dan 15 persen (untuk gaji Rp10 juta kedua).
Jadi pajak yang perlu kamu tanggung adalah:
Penghasilan bruto I × 5 persen = Rp 50 juta × 5 persen = Rp 2,5 juta
Penghasilan bruto II × 15 persen = Rp 10 juta × 15 persen = Rp 1,5 juta
Hasil I + hasil II = Rp 2,5 juta + Rp 1,5 juta = Rp 4 juta/tahun.
Sesuai hitung-hitungan ini, pekerja bergaji Rp5 juta per bulan kini memiliki kewajiban membayar pajak lebih kecil Rp1 juta dari sebelumnya.
Penulis : Ahmad Zuhad Editor : Fadhilah
Sumber : Kompas TV/Kemenkeu.go.id/Kompas.com