Kompas TV regional jawa tengah dan diy

Update Dugaan Keracunan Massal di Sleman, 47 dari 148 Korban Masih Jalani Perawatan di Rumah Sakit

Kompas.tv - 11 Februari 2025, 17:34 WIB
update-dugaan-keracunan-massal-di-sleman-47-dari-148-korban-masih-jalani-perawatan-di-rumah-sakit
Ilustrasi keracunan (Sumber: pixabay.com)
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana | Editor : Desy Afrianti

SLEMAN, KOMPAS.TV – Sebanyak 47 orang dari 148 korban yang diduga mengalami keracunan usai pesta pernikahan di Dusun Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Kabupaten Sleman, masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Mengutip pemberitaan Tribunnews.com, Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati, mengungkapkan bahwa jumlah akumulasi korban awalnya tercatat sebanyak 162 orang.

Namun, setelah melakukan validasi data, jumlah korban menjadi 148 orang.

“Hari ini, Alhamdulillah, kasusnya sudah mulai landai dan hampir tidak ada kasus baru,” ujar Diana pada Selasa (11/2/2025).

Baca Juga: Soal Warga Sleman Alami Gejala Keracunan, Polisi Segera Periksa Penyedia Makanan Pesta Pernikahan

Ia juga menyebut, posko kesehatan penanganan keracunan yang dibuka di lokasi kejadian mulai ditutup, mengingat tren kasus yang menurun.

“Nantinya, posko terpadu akan pelan-pelan ditarik dan digantikan dengan posko mandiri yang merupakan inisiatif warga untuk membantu pemulihan,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Kapolresta) Sleman, Kombes Pol Edy Setyanto Erning Wibowo, menduga penyebab dugaan keracunan tersebut bersumber dari makanan.

Sampel makanan yang disajikan dalam pesta pernikahan telah diuji di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi DIY.

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Tribunnews.com

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x