JAKARTA, KOMPAS.TV - Korban meninggal dunia akibat bencana longsor di Pekalongan, Jawa Tengah, bertambah menjadi 21 orang.
Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono menyebut penambahan jumlah korban tewas tersebut usai tim SAR gabungan menemukan empat jenazah dalam pencarian yang dilakukan Rabu (22/1/2025) kemarin.
"Benar (meninggal 21 orang), karena kemarin kegiatan operasi SAR kedua, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi empat korban dalam keadaan menginggal di sektor 1, 2, dan 4," kata Budiono dalam Kompas Pagi Kompas TV, Kamis (23/1/2025).
Selain empat korban tewas, kata dia, tim SAR gabungan juga menemukan dua korban selamat.
Baca Juga: WALHI Soroti Penyebab Longsor Pekalongan, Sebut Perubahan Lanskap sebagai Faktor Pemicu
"Kami temukan juga dua orang dalam keadaan selamat," ujarnya.
"Sehingga jumlah korban yang ditemukan di hari kedua kemarin enam orang, empat meninggal dunia, dua dalam keadaan selamat," sambungnya.
Sementara korban hilang yang masih dalam pencarian sebanyak lima orang.
"Lima orang dalam pencarian," ungkapnya.
Ia mengatakan pencarian korban longsor yang masih dinyatakan hilang kembali dilanjutkan hari ini.
Tim SAR gabungan telah membuat rencana operasi pencarian di empat sektor.
Bencana longsor dan banjir bandang di Pekalongan terjadi pada Senin (20/1/2025) lalu.
Wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Kasimpar. Wilayah lain yang juga terdampak yakni Desa Yosorejo, Telogo Pakis, Curugmuncar, Songgodadi, dan Kayupuring.
Baca Juga: Pencarian Korban Longsor di Pekalongan Terkendala Cuaca Buruk
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.