JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin menyatakan, hampir seluruh penggemar sepakbola merasa puas dengan pembaruan format Liga Champions yang mulai diterapkan pada musim 2024-25.
“Saya hanya mendengar respons-respons positif. Awalnya, fokus diarahkan pada berbagai kritik, yang muncul di manapun saat ada perubahan," kata Ceferin dikutip dari surat kabar Slovenia, DELO, Selasa (25/2/2025)
"Saya memperkirakan 99 persen orang saat ini puas dengan Liga Champions yang diperbarui," imbuhnya.
“Kompetisinya bahkan semakin sulit diprediksi dibanding sebelumnya, tidak seorang pun tahu apakah mereka akan lolos sampai saat terakhir. Ini kesuksesan yang sempurna, dan penilaian (rating) Liga Champions sangat bagus,” lanjutnya.
Format Liga Champions telah mengalami transformasi signifikan, dengan menanggalkan sistem delapan grup yang lama menjadi fase liga tunggal yang melibatkan 36 tim.
Perubahan ini memungkinkan lebih banyak pertandingan dimainkan dan lebih banyak klub yang dapat berpartisipasi.
Dalam sistem baru, setiap tim bertanding melawan delapan lawan berbeda selama fase liga.
Baca Juga: Format Baru Liga Champions: Apa Itu Sistem Play-off 16 Besar Musim 2024/25?
Tujuan utama UEFA dalam melakukan reformasi ini adalah untuk meningkatkan jumlah pertandingan antara klub-klub elite Eropa pada tahap awal kompetisi.
Setelah fase liga selesai, tim-tim yang menempati posisi 9 hingga 24 di klasemen akan melanjutkan ke fase playoff gugur.
Pertandingan antara Real Madrid, juara Liga Champions 15 kali, dan Manchester City, juara 2023, berhasil menciptakan rekor baru untuk siaran langsung di platform Prime Video di Britania Raya, dengan lebih dari empat juta pemirsa menyaksikan leg pertama laga tersebut.
Meski mendapat sambutan positif, format baru Liga Champions juga tidak luput dari kritik terkait kesejahteraan pemain, lantaran semakin banyaknya jadwal pertandingan.
Baca Juga: Guardiola dan Ancelotti Kompak Keluhkan Format Baru Liga Champions
Dalam reformasi lainnya, UEFA juga memperkenalkan peraturan biaya skuad (squad cost rule) menjelang musim 2023/2024.
Regulasi ini menetapkan total pengeluaran klub untuk transfer, gaji, dan biaya agen tidak boleh melebihi pendapatan yang mereka peroleh.
Untuk musim ini, batas toleransi biaya masih ditetapkan pada angka 80 persen dari pendapatan, dan akan diturunkan menjadi 70 persen pada musim mendatang.
Baca Juga: Hasil Drawing 16 Besar Liga Champions: Derbi Madrid Terjadi, PSG vs Liverpool
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Delo.si
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.