JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap adanya aliran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke rekening pribadi.
Hal itu dikatakan Ketua BPK Agung Firman Sampurna usai memberikan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LHP LKPP), Senin (20/7/2020).
Baca Juga: Ketua BPK ke Menteri: Jangan Beri Presiden Informasi yang Menyesatkan!
Menurut dia, aliran APBN ke rekening pribadi terjadi di 5 kementerian dan lembaga negara.
Antara lain, Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).
"Ada 5 bagian (lembaga) yang tingkat kompleksitasnya berbeda," ujar Ketua BPK Agung Firman Sampurna, Senin, sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id.
Lebih lanjut, Agung menambahkan, ada lembaga yang sudah dalam proses membenahi hal tersebut.
Tetapi ada juga yang masih bermasalah belum dicatatkan dalam kas yang disajikan dalam laporan keuangan.
Penjelasan Kemhan
Kementerian Pertahanan (Kemhan) sendiri telah memberikan klarifikasi atas hal tersebut. Temuan tersebut berkaitan dengan kegiatan atase pertahanan di sejumlah negara.
"Dalam pelaksanaan tugasnya di luar negeri dimana membutuhkan pengiriman dana kegiatan yang segera dan cepat," terang Juru Bicara Kementerian Pertahanan Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangan resmi.
Menurut Dahnil, proses izin pembukaan rekening untuk atase pertahanan telah disampaikan kepada Kementerian Keuangan. Hal itu pun telah disampaikan kepada BPK dalam proses audit.
Baca Juga: Terungkap Dana APBN Mengalir ke Rekening Pribadi, Paling Banyak Kementerian Pertahanan Rp48 Miliar
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.