JAKARTA, KOMPAS.TV - Polisi terus mengusut kasus tewasnya mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) berinisial KW (22) di area kampus pada Selasa (4/3/2025) lalu.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly mengungkapkan pihaknya akan menggelar prarekonstruksi pada Rabu (26/3) siang.
"Prarekonstruksi dilaksanakan siang jam 13.00 WIB," kata Kombes Nicolas dalam keterangannya, Rabu.
Baca Juga: Mahasiswa UKI Tewas Diduga Dikeroyok, Ayah Korban Tuntut Kejelasan Hasil Autopsi - BORGOL
Ia menuturkan, nantinya pra-rekonstruksi akan dihadiri sejumlah saksi, yakni mahasiswa, pihak rumah sakit (RS) UKI, petugas keamanan (sekuriti), dan masyarakat.
"Kalau pihak keluarga mau datang untuk melihat langsung prarekonstruksi tersebut, dipersilakan," ucapnya, dikutip dari Antara.
Menurut penjelasannya, kegiatan itu akan digelar di tempat kejadian perkara (TKP).
Diberitakan sebelumnya, KW (22) ditemukan meninggal dunia di area kampusnya di Cawang, Jakarta Timur pada Selasa (4/3). Ia diduga menjadi korban pengeroyokan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menyebut, berdasarkan informasi yang didapat, sempat terjadi cekcok sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Baca Juga: Kasus Kematian Mahasiswa UKI: Polisi Periksa Puluhan Saksi, Keluarga Korban Harap Tak Ada Rekayasa
Peristiwa tersebut, kata ia, berawal saat korban tengah berkumpul bersama teman-temannya di taman Perpustakaan UKI.
Di sana, korban dan sejumlah temannya tengah menenggak minuman keras berupa arak Bali, dan terjadilah cekcok mulut.
Meski demikian, terkait penyebab pasti tewasnya mahasiswa tersebut masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Di sisi lain, polisi sejauh ini pihak telah memeriksa 39 saksi dalam kasus tersebut.
Puluhan saksi tersebut terdiri atas mahasiswa UKI, masyarakat umum, pihak keluarga, petugas keamanan (sekuriti) yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) dan membantu membawa korban ke RS UKI lima orang.
Kemudian saksi dari pihak UKI, yakni pihak rektorat, otoritas kampus, dan pihak RS UKI yang melakukan tindakan medis terhadap korban.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV/Antara.
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.