Kompas TV nasional rumah pemilu

Usai Bertemu SBY, Malam Ini Cak Imin Temui JK, Bahas Apa?

Kompas.tv - 6 Mei 2023, 16:58 WIB
usai-bertemu-sby-malam-ini-cak-imin-temui-jk-bahas-apa
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (Sumber: PKB via ANTARA)
Penulis : Switzy Sabandar | Editor : Edy A. Putra

 

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Partai Kebangkita Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, berencana menemui Jusuf Kalla (JK), politisi senior Partai Golkar pada Sabtu (6/5/2023).

Rencananya, pertemuan akan diadakan di kediaman JK di Jalan Brawijaya Raya Nomor 6, Jakarta Selatan, pukul 19.00 WIB.

"Cak Imin sowan ke politisi senior Pak Jusuf Kalla dalam rangka silaturahim Lebaran," kata Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi Teknologi DPP PKB Ahmad Iman Sukri di Jakarta, Sabtu, dikutip dari ANTARA.

Sebelum bertemu JK, Cak Imin sudah melakukan pertemuan dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (3/5/2023) malam lalu.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin disambut langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan beberapa jajaran pengurus Partai Demokrat lainnya.

Baca Juga: Gerindra Sebut Soal Cawapres Prabowo Subianto, Cak Imin yang Menentukan

Dalam keterangannya, AHY memaparkan pertemuan petinggi Partai Demokrat dan PKB membahas beberapa hal, seperti cara-cara mencegah agar Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tidak menjadi ajang benturan antarkelompok, terutama yang menggunakan identitas suku, ras, agama, dan golongan.

Selain itu, mereka juga membahas pentingnya membangun tata kelola pemerintahan yang sehat dan inklusif.

"Semua punya peran. Jangan ada yang mendominasi dalam kekuatan politik tertentu sehingga tidak melakukan pembangunan secara inklusif," kata AHY.

Baca Juga: Apakah Pertemuan Cak Imin-AHY atas Sepengetahuan Gerindra? PKB: Silaturahmi Tidak Harus Laporan

Pada kesempatan yang sama, Cak Imin menuturkan perbedaan sikap dalam politik bukan merupakan alasan untuk menutup atau membatasi komunikasi antarpartai politik.


 




Sumber : Antara




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x