JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut tren potensi radikalisme di Indonesia menurun selama pandemi Covid-19.
Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Ketua BNPT, Boy Rafli Amar menyebut di tahun 2020 tren potensi terorisme di Indonesia berada di kisaran 14 persen atau kategori sangat rendah.
Baca Juga: FBI Sebut Kerusuhan 6 Januari di Gedung Capitol AS Sebagai Aksi Terorisme Domestik
Posisi ini membaik dari sebelumnya yang berada di 38,4 persen di tahun 2019.
Meski begitu, Boy juga menyebut ancaman terorisme masih harus diwaspadai.
Apalagi penyebaran paham radikalisme saat ini banyak dilakukan melalui media online.
Baca Juga: Ada di Daftar Pemantauan Terorisme Internasional, Indonesia Akan Deportasi Warga Inggris
BNPT juga meminta para pemuka agama untuk memberi pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi paham radikal.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.