JAKARTA, KOMPAS.TV - Menko Polhukam Mahfud MD menanggapi ramainya kabar Din Syamsuddin dituding dan dilaporkan sebagai pelaku radikalisme.
Tanggapan itu disampaikan Mahfud MD dalam unggahannya di akun Twitter pribadinya, Sabtu (13/2/2021).
Dalam unggahannya, Mahfud MD mengungkap, beberapa orang yang mengaku dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pernah mendatangi Menteri PANRB Tjahjo Kumolo.
Kedatangan mereka untuk melaporkan permasalahan Din Syamsuddin.
"Pak Tjahjo mendengarkan saja. Namanya ada orang minta bicara untuk menyampaikan aspirasi, ya di dengar," tulis Mahfud.
Namun Mahfud memastikan pemerintah tidak menindaklanjuti laporan tersebut.
"Pemerintah tidak menindaklanjuti, apalagi memproses laporan itu," katanya.
Baca Juga: Terkait Tudingan Din Syamsuddin Radikal, MUI: Ini Bagian dari Upaya Pecah Belah Bangsa
Dikabarkan, Din dilaporkan oleh Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB).
Laporan tertuang dalam surat nomor 05/Lap/GAR-ITB/X/2020 tanggal 28 Oktober 2020 soal laporan pelanggaran disiplin PNS atas nama terlapor Prof. Dr. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A., Ph.D.
Kemudian juga surat nomor 10/Srt/GAR-ITB/I/2021 tanggal 28 Januari 2021, perihal hukuman disiplin PNS a/n Prof. Dr. H.M. Sirajuddin Syamsuddin, M.A. Ph.D.
Baca Juga: Din Syamsuddin: Anggota Muhammadiyah Tak Gila Jabatan, Tawaran Wakil Menteri Merendahkan Organisasi
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.