Kompas TV lifestyle tren

Jelang Idulfitri, Wakil Kepala BSSN Imbau Masyarakat Waspada dan Tak Gampang Tergiur Link-Link Promo

Kompas.tv - 26 Maret 2025, 03:10 WIB
jelang-idulfitri-wakil-kepala-bssn-imbau-masyarakat-waspada-dan-tak-gampang-tergiur-link-link-promo
Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol. A. Rachmad Wibowo mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap link-link promo, terlebih menjelang momen Idulfitri, disampaikan dalam konferensi pers yang dilaklukan di Kantor Pusat Kemkomdigi, Selasa (25/3/2025), (Sumber: Tangkapan Layar YouTube Komdigi)
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih | Editor : Deni Muliya

JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol. A. Rachmad Wibowo mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap link-link promo, terlebih menjelang momen lebaran Idulfitri

"Kepada para masyarakat, terutama pada saat libur Hari Raya Idulfitri ini mungkin banyak promo-promo yang dikirimkan, baik melalui WhatsApp maupun melalui SMS, (harus) dilihat dengan jelas apakah pengirimnya itu valid," tuturnya dalam konferensi pers yang dilakukan di Kantor Pusat Kemkomdigi, Selasa (25/3/2025), dipantau dari YouTube Komdigi

Rachmad mengatakan, sekarang modus pelaku semakin canggih sehingga dibutuhkan ketelitian masyarakat dalam mendeteksi pesan penipuan. 

"Karena pelaku bisa melakukan masking sehingga korbannya tidak menyadari bahwa itu tidak valid karena dia menggunakan nomor-nomor handphone dan domain-domain yang valid,” ujar Rachmad.

Baca Juga: Modus Penipuan yang Marak Jelang Lebaran: Pinjol Ilegal, Impersonation hingga Penipuan Loker

Rachmad mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kembali link-link yang dikirimkan kepada mereka serta tidak terburu-buru mengeklik link tersebut sebelum mempertimbangkan. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak gampang tergoda iming-iming hadiah luar biasa ketika mengeklik suatu link

"Ada yang berupa poin sampai belasan bahkan puluhan ribu poin yang bisa ditukarkan dengan uang yang jumlahnya cuma sedikit," sebut Rachmad mencontohkan salah satu modus penipuan dengan iming-iming hadiah. 

Lantas, ketika korban menyetujui, ia akan diantar ke halaman selanjutnya yang meminta para korban untuk membeberkan data-data pribadi, seperti nomor ATM atau kartu kredit, pin, dan sebagainya.

Apabila data-data penting sudah dikuasai pelaku kejahatan, masyarakat bisa mengalami kerugian materiil yang tidak diinginkan. 

Maka dari itu, dengan banyaknya modus penipuan daring yang terjadi, Rachmad menekankan kewaspadaan dan kehati-hatian masyarakat di ruang siber, terutama menjelang momen-momen besar seperti Idulfitri. 


 

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : Kompas TV

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x