WASHINGTON, KOMPAS.TV - Korea Utara diyakini melanjutkan program senjata biologis rahasia yang merupakan pelanggaran atas kesepakatan internasional.
Hal itu diungkapkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) lewat laporan terbarunya.
Senjata biologis menggunakan patogen seperti bakteri atau virus untuk membuat sakit atau membunuh sasarannya.
Baca Juga: Reaksi Pemimpin Dunia usai Paus Fransiskus Wafat, dari PM Italia hingga Pemerintah Iran
Sifatnya yang tak kasat mata dan potensi menghancurkannya membuat mereka menjadi salah satu persenjataan yang paling berbahaya.
“Amerika Serikat menilai DPRK telah berdedikasi pada pogram penyerangan level nasional (senjata biologis),” bunyi laporan Departemen Kuar Negeri AS pada 2025, terkait kepatuhan global terhadap perjanjian pengedalian dan pelucutan senjata, dikutip dari Radio Free Asia, Senin (21/4/2025).
DPRK atau Republik Rakyat Demokratik Korea, merupakan nama resmi Korea Utara.
Negara yang dipimpin Kim Jong-un itu sudah lama dicurigai atas penelitian rahasianya termasuk senjata nuklir.
Berdasarkan laporannya, rezim Kim Jong-un memiliki kemampuan teknis untuk memproduksi bakteri, virus, dan racun yang bisa digunakan sebagai agen BW (Senjata Biologis).
Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan merekayasa bahan biologis secara genetik.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Radio Free Asia
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.