Kompas TV internasional kompas dunia

Paus Fransiskus Kritis setelah Krisis Pernafasan, Kini Harus Lakukan Transfusi Darah

Kompas.tv - 23 Februari 2025, 09:17 WIB
paus-fransiskus-kritis-setelah-krisis-pernafasan-kini-harus-lakukan-transfusi-darah
Paus Fransiskus berbicara kepada wartawan dalam penerbangan kembali ke Roma pada akhir kunjungan empat harinya ke Belgia dan Luksemburg, Minggu, 29 September 2024. (Sumber: AP Photo)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Iman Firdaus

VATIKAN, KOMPAS.TV - Kondisi kesehatan Paus Fransiskus kritis setelah mengalami krisis pernapasan seperti asma berkepanjangan.

Hal tersebut diungkapkan oleh otoritas Vatikan, Sabtu (23/2/2025).

Pada pernyataan tersebut, Paus Frasiskus disebut lebih tidak sehat dibandingkan kemarin, dan telah menerima transfusi darah.

Baca Juga: Paus Fransiskus Sudah Dirawat di RS selama Seminggu, Kondisinya Terus Dipantau

Vatikan mengatakan pemimpin Katolik dunia berusia 88 tahun itu berada dalam kondisi sadar dan duduk di kursinya.

Tapi Paus Fransiskus tetap membutuhkan aliran oksigen yang tinggi dan prognosisnya masih belum jelas.

Paus Fransiskus dirawat karena pneumonia di kedua paru-parunya di Rumah Sakit Gemelli di Roma.

Seperti dikutip dari BBC Internasional, Vatikan mengungkapkan transfusi darah dianggap perlu karena jumlah trombosit yang rendah, yang berhubungan dengan anemia.

“Kondisi Bapa Suci masih kritis. Paus belum lepas dari bahaya,” bunyi pernyataan Vatikan.

“Bapa Suci tetap waspada dan menghabiskan hari di kursi berlengan meski ia lebih menderita daripada kemarin,” tambahnya.

Paus telah meminta keterbukaan tentang kesehatannya, jadi Vatikan telah mulai merilis pernyataan harian.

Nada dan  panjang dari pengumuman itu bervariasi, terkadang membuat para pengamat Paus mencoba membaca yang tersirat.

Namun, ini adalah penilaian yang paling jelas sejauh ini dan sangat terperinci.

Penilaian ini menolak memberikan prognosis apa pun.

Baca Juga: Korut Murka AS Pakai Pesawat Pengebom saat Latihan dengan Korsel, Siapkan Balasan

Pernyataan tersebut muncul hanya sehari setelah dokter yang merawat Paus Fransiskus mengatakan untuk pertama kalinya ia merespons pengobatan.

Meski begitu, mereka mengakui bahwa kondisinya saat ini begitu rumit.

Mereka mengatakan bahwa perubahan keadaan sekecil apa pun akan mengganggu apa yang disebut sebagai keseimbangan yang rapuh.


 

Kami memberikan ruang untuk Anda menulis

Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.

Daftar di sini



Sumber : BBC Internasional

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE



KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x