SYDNEY, KOMPAS.TV - Dua suster Australia yang mengklaim pernah membunuh orang Israel disanksi dinas kesehatan setempat, Rabu (13/2/2025). Namun pihak rumah sakit tempat suster tersebut bekerja menyatakan bahwa klaim mereka tidak benar.
Rumah Sakit Bankstown Sydney mengaku telah memeriksa rekam medis pasien dan tidak menemukan bukti tindakan melukai dari tenaga kesehatan. Pernyataan kedua suster yang disanksi itu pun dinilai sebatas klaim belaka.
Menteri Kesehatan New South Wales Australia Ryan Park menyebut kedua suster Rumah Sakit Bankstown itu telah diskors. Park memastikan keduanya tidak akan bekerja dengan instansi terkait Dinas Kesehatan New South Wales.
Baca Juga: Daftar Pelanggaran Gencatan Senjata yang Dilakukan Israel, Bunuh 92 Warga Palestina di Gaza
Pihak kepolisian pun dilaporkan sedang menyelidiki potensi tindak pidana atas pernyataan kedua suster itu, termasuk terkait ujaran kebencian.
"Untuk komunitas Yahudi hari ini, saya tidak hanya meminta maaf, tetapi saya bisa menjamin bahwa perawatan yang Anda terima di rumah sakit tetap akan kelas utama," kata Park dikutip Associated Press.
Kedua suster Australia tersebut sempat viral di media sosial Australia usai rekamnanya disebarkan oleh pesohor Israel, Max Veifer. Pesohor Israel ini diketahui berhaluan ekstrem kanan dan kerap merekam percakapan dengan orang-orang secara acak dan mencoba mendapatkan pernyataan anti-Israel untuk diviralkan.
Veifer merekam kedua suster tersebut saat sif malam di Rumah Sakit Bankstown Sydney pada Selasa (11/2) lalu. Veifer kemudian mengunggah potongan video yang menunjukkan sentimen anti-Israel kedua suster.
Seorang suster perempuan yang direkam menyatakan tidak akan merawat pasien Israel tetapi membunuh mereka. Sedangkan suster laki-laki menunjukkan gestur menggorok leher.
Tokoh umat Yahudi di Australia, Alex Ryvchin menyebut insiden ini menunjukkan meningkatnya "ekstremisme" di kalangan tenaga medis Australia terhadap komunitas Yahudi.
"Selama berbulan-bulan, saya telah mendengar dari praktisi kesehatan di komunitas kami yang memperingatkan tentang konten ekstrem yang diunggah dokter-dokter dan suster secara daring," kata Ryvchin.
Baca Juga: Laporan Intelijen AS: Israel Berencana Serang Iran Pertengahan 2025
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.