TOKYO, KOMPAS.TV - Warga negara Indonesia (WNI) di Jepang mengonfirmasikan terjadinya gempa bumi magnitudo 6,9 yang memicu peringatan tsunami.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 yang terpusat di prefektur Miyazaki, Kyushu terjadi Senin (13/1/2025) malam.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengeluarkan peringatan gelombang tsunami mencapai satu meter setelah gempa bumi tersebut.
Baca Juga: Jepang Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,9, Picu Peringatan Tsunami
Mereka mengungkapkan kedalaman pusat gempa mencapai 30km.
Menurut seorang WNI, Sigit, gempa bumi tersebut terasa di sejumlah prefektur di Kyushu.
Namun menurutnya getaran gempa bumi tersebut tidak terasa sampai Tokyo, tempat ia tinggal.
“Epicentrum di Prefektur Yamazaki. Getaran sampai di beberapa prefektur tetangga di wilayah Kyushu,” katanya kepada Kompas TV lewat aplikasi pesan WhatsApp.
Ia mengungkapkan pemerintah pusat Jepang belum mengeluarkan pernyataan resmi.
“SOP (Standard Operating Procedure) standar mereka dari sejak awal badan meterologi langsung ngeluarin peringatan,” ujarnya.
“Pemerintah setempat sudah minta warga pesisir evakuasi ke lokasi aman sampai tsunami warning dicabut,” kata Sigit.
Menurutnya pemerintah pusat baru akan mengeluarkan pernyataan resmi jika skala gempa lebih besar.
Hal yang sama juga diungkapkan WNI lainnya yang tinggal di Tokyo, dan meminta anonimitas.
“Saya di Tokyo, tidak terasa,” ungkapnya.
Namun, menurutnya saat ini sedang diselidiki apakah gempa magnitudo 6,9 itu terkait ancaman megaquake.
Baca Juga: Kebakaran Besar Los Angeles Ditakutkan Meningkat, Angin Kencang yang Kembali Berembus Jadi Ancaman
Selain itu, Ia mengatakan bahwa hingga saat ini peringatan tsunami belum dicabut.
Seperti dikutip dari NHK, diprediksi tsunami akan membuat perubahan tingkat air laut, tetapi tidak ada ancaman kerusakan akibat tsunami.
Selain di Prefektur Miyazaki, tsunami juga diperkirakan terjadi di Provinsi Kochi.
Bagikan perspektif Anda, sumbangkan wawasan dari keahlian Anda, dan berkontribusilah dalam memperkaya pemahaman pembaca kami.
Sumber : Kompas TV/NHK
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.