Kompas TV internasional kompas dunia

Kemesraan Kim Jong-Un Saat Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Putin: Hubungan Tak Terkalahkan dan Abadi

Kompas.tv - 10 Oktober 2024, 10:05 WIB
kemesraan-kim-jong-un-saat-ucapkan-selamat-ulang-tahun-ke-putin-hubungan-tak-terkalahkan-dan-abadi
Kim Jong-un dan Vladimir Putin di Vladivostok tahun 2019. (Sumber: AP Photo)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Desy Afrianti

PYONGYANG, KOMPAS.TV - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menunjukkan kemesraannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kemesraan itu diungkapkannya dalam ucapan selamat ulang tahun kepada Putin yang ke-72, Selasa (8/10/2024).

Pada pernyataannya, Kim Jong-un menyebut Putin sebagai “kamerad terdekatnya”.

Baca Juga: Rusia Makin Frontal Mengutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon dan Suriah

Ia juga menambahkan bahwa hubungan kedua negara akan meningkat ke levl terbaru.

Hubungan Korea Utara dan Rusia semakin dalam sejak awal perang di Ukraina, sebuah langkah yang mengkhawatirkan Barat.

Seperti dilansir BBC Internasional berdasarkan laporan Yonhap yang mengutip Kantor Berita KCNA, Kim Jong-un memuji hubungan kedua negara dalam ucapannya.

Kim Jong-un mengatakan hubungannya dengan Putin semakin abadi dan tak terkalahkan, sejak pemimpin Rusia itu mengunjungi Pyonyang, Juni lalu.

“Pertemuan dan ikatan persahabatan di antara kita, akan memberikan kontribusi positif untuk lebih mengkonsolidasikan landasan abadi persehabatan DPRK-Rusia,” tutur Kim Jong-un, merujuk pada nama resmi Korea Utara.

Hubungan Korea Utara dan Rusia bisa ditarik mundur ke beberapa dekade sebelumnya, di era pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin dan kakek Kim Jong-un, Kim Il-sung.

Uni Soviet mendukung Korea Utara di awal berdiri dengan persenjataan dan teknologi, Pyongyang tak sepenuhnya bergantung pada China, yang tak terlalu dipercayai.

Pada awal tahun ini, Putin dan Kim Jong-un telah menandatangani kesepakatan bahwa mereka akan membantu sama lain jika ada agresi terhadap salah satu dari kedua negara itu.

Meski begitu, belum diketahui apa yang dimaksud dengan agresi.

Kim Jong-un sendiri dituduh membantu Rusia pada perang di Ukraina dengan memasok persenjataan dengan pertukaran bantuan ekonomi dan teknologi.

Baca Juga: Kim Jong-Un Disebut Cari Perhatian AS dengan Unjuk Kekuatan Nuklir, Presiden Korea Selatan Khawatir

Selain itu dilaporkan adanya bukti yang berkembang bahwa Korea Utara mengerahkan rudalnya ke Ukraina.

Sedangkan bagi Putin, hubungan Rusia dengan Ukraina lebih ke arah taktikal ketimbang strategi.

Ia membutuhkan dukungan untuk perangnya di Ukraina, dan Korea Utara akan bersedia menjual amunisi kepadanya.




Sumber : BBC Internasional




BERITA LAINNYA



FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x