KOMENTAR

Istana soal Teror Kepala Babi di Tempo: Jangan Ikut Membesar-besarkan Ketakutan, Itu Target Peneror
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi menilai teror pengiriman kepala babi di kantor Tempo tidak perlu dibesarkan.
Kembali ke artikel
Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE
eman suryaman
10 hari lalu
tempo harus instrofeksi setidaknya,bukti nya hanya tempo yg menerima kepala babi...
hairul hadi
10 hari lalu
masakin kepala babix terus suruh dia yg makan...💪👍
Panin Raya
11 hari lalu
pemerintahan yang sekarang benar tak berfungsi, tak ada perlindungan sama rakyatnya, banyak aparat yang arogan, menyiksa bahkan membunuh rakyatnya, pemerintahan sekarang seperti takberguna, pejabat penjilat, koruptor, pembohong dan pendosta ada di era sekarang
jamaluddinhaq
11 hari lalu
hasbi lu lawan, dia mah jimatnya kpi, gada menangny luu, 😆🤣
Budiyono Budiyono
11 hari lalu
wartawan tempo pengecut, kau yang menabur benih ya kau siap2 memanen. gitu saja kok repot. buat berita kontroversi saja terus, mau fitnahan, adu domba biar saku kiri dari pemberitaan dan saku kanan dari pembayar pihak asing. gitu saja kok repot.
Ricko Protonema
11 hari lalu
peneror kalau gak dianggap malah akan lebih besar lagi terornya. malah ujungnya jiwa yg terancam. sekarang cuma nakutin, kalau ternyata gak takut ya bisa aksi lebih brutal. pake istilah dikecilkan segala, bodor aja....🧐
Riful Rin
11 hari lalu
wkwkwk malah disuruh dikecilkan, dengan kata lain dibungkam jgn koar2
Waad Siswoyo
11 hari lalu
dimasak, disuguhkan pada yang nyuruh. kalau komen yang bijak mungkin dengan kalimat 'dibuang saja,' itu lebih bijak.
Laporkan komentar
Akun Terdeteksi Anonim
Kami mendeteksi email anonim pada akunmu. Untuk berkomentar, mohon gunakan email yang valid.

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke

    BERITA LAINNYA


    Close Ads x