Kompas TV nasional berita kompas tv

Usut Tuntas, Polisi Telusuri Aliran Dana Orang yang Membantu Djoko Tjandra

Senin, 3 Agustus 2020 | 16:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Djoko Tjandra, terpidana kasus hak tagih Bank Bali, kini telah mendekam di tahanan Mabes Polri di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta, menjalankan eksekusi dua tahun penjara sejak 11 tahun lalu.

Tapi, penyidikan kasus pelariannya ke malaysia masih berlanjut.

Kabareskrim polri berjanji menuntaskan hingga aliran uang yang membantu pelarian Djoko Tjandra.

Terpidana kasus pengalihan hak tagih bank bali, Joko Tjandra, telah menempati Lembaga Pemasyarakatan Salemba Cabang Bareskrim Polri.

Di sel nomor satu, Djoko Tjandra menempati sel tahanan sendirian.

Di penjara yang sama, tersangka kasus surat perjalanan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo, berada di sel nomor 26.

Sebelumnya, bareskrim polri telah  menyerahkan Djoko Tjandra ke kejaksaan agung, setelah Djoko dibawa dari Malaysia.

Kisah Djoko Tjandra, masih bersambung, karena kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, berjanji Polri tengah mendalami dugaan aliran dana dari Djoko Tjandra, ke pihak-pihak yang yang membantu pelariannya.

Sementara itu, di Kejaksaan Agung, jaksa yang diduga terlibat dalam mengatur peninjauan kembali kasus Djoko Tjandra, dicopot dari jabatannya.

Tak cuma dicopot dari jabatannya, Jaksa Pinangki Sirna Malasari, kini masih diperiksa pengawas Kejaksaan Agung, dengan desakan dari Menko Polhukam Mahfud Md, supaya memprosesnya secara pidana.

Sementara, Pengacara Djoko, Anita Kolopaking, setelah menjadi tersangka pemalsuan surat jalan, masih diperiksa untuk urusan lobi kepada jaksa.

Keluarga Djoko tjandra meminta Otto Hasibuan sebagai kuasa hukum bagi Djoko, di kasus korupsi hak tagih bank bali, yang telah membelitnya sejak 2009.

Namun Otto belum menentukan sikap, karena harus menanyakan beberapa hal kepada Djoko Tjandra, termasuk apakah masih ada pengacara lain yang mewakili Djoko Tjandra.

Setelah sebelas tahun, seluruh kasus yang menjerat Djoko Tjandra, sepertinya akan dituntaskan.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


KOMPAS DUNIA

9 WNI di Libya Dipulangkan ke Indonesia

Senin, 21 September 2020 | 16:19 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
16:30
HARI INI BARESKRIM POLRI BERENCANA PANGGIL KEMBALI 12 SAKSI KASUS KEBAKARAN GEDUNG KEJAGUNG   ICW DESAK MA BENTUK TIM INVESTIGASI INTERNAL DALAM KASUS DUGAAN SUAP DAN GRATIFIKASI EKS SEKRETARIS MA NURHADI   BARESKRIM POLRI KEMBALI LIMPAHKAN BERKAS PERKARA KASUS DUGAAN SUAP PENGHAPUSAN “RED NOTICE” DJOKO TJANDRA KE JPU   PP MUHAMMADIYAH MINTA KPU, KEMENDAGRI, DAN DPR MENINJAU KEMBALI PELAKSANAAN PILKADA 2020 DI TENGAH PANDEMI   KASUS COVID-19 TERUS MENINGKAT, KPU BELUM BERENCANA TUNDA PILKADA 2020   PT KCI WAJIBKAN SEMUA PENUMPANG KRL MENGGUNAKAN MASKER MEDIS ATAU MASKER KAIN TIGA LAPIS   MULAI HARI INI, PT KCI RESMI LARANG PENUMPANG KRL MENGGUNAKAN “BUFF“ DAN MASKER JENIS “SCUBA”   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, 3.852 PASIEN POSITIF COVID-19 JALANI PERAWATAN DI RUMAH SAKIT DARURAT WISMA ATLET KEMAYORAN   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.425 ORANG: 1.002 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 303 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 494 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 2.950.173 SPESIMEN   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 108.880 ORANG    HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 248.852 POSITIF, 180.797 SEMBUH, 9.677 MENINGGAL DUNIA