Kompas TV regional berita daerah

Pekerja Hiburan Malam Gelar Aksi Unjuk Rasa: Biaya Hidup Kami Tidak Ditanggung Pemerintah!

Senin, 3 Agustus 2020 | 14:22 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV - Kelompok pekerja hiburan malam Kota Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gerbang Balai Kota Surabaya.

Mereka menuntut Wali Kota Surabaya untuk merevisi atau menghapus peraturan wali kota yang melarang rumah hiburan umum atau RHU beroperasi selama pandemi Covid-19.

Massa aksi yang terdiri dari musisi, seniman hingga pekerja hiburan malam se-Kota Surabaya,  mulai berdatangan sejak pukul sepuluh, Senin (3/8/2020) pagi, di Balai Kota Surabaya.

Baca Juga: Ratusan Karyawan Galangan Kapal Unjuk Rasa, Tuntut Pembayaran Gaji

Mereka menilai peraturan Wali Kota Surabaya tentang larangan operasional rumah hiburan umum, dan pemberlakuan jam malam, merugikan pendapatan mereka.

Menurut pantauan tim Kompas TV, ada dua poin yang menjadi tuntutan para pekerja hiburan malam di Surabaya ini.

Massa berkumpul sejak pukul 9 pagi, memulai orasi sekitar pukul 10 pagi dengan damai tanpa kericuhan.

Poinnya adalah massa menuntut penghapusan atau revisi Perwali no. 33 tahun 2020, tentang pedoman tatanan normal baru Covid-19 Surabaya.

Dua pasal dikatakan memberatkan para pekerja, soal penutupan tempat hiburan umum di Surabaya dan penerapan jam malam. 

Baca Juga: Surabaya Zona Hijau Corona, Risma: Penularan Rendah yang Sembuh Banyak

 

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:57
ANGKATAN UDARA TIONGKOK GELAR SIMULASI SERANGAN DI TEMPAT YANG MENYERUPAI PANGKALAN AU AS DI GUAM   SEBANYAK 11 TENAGA KESEHATAN DI MADIUN, JAWA TIMUR, POSITIF TERINFEKSI KORONA   POLRESTA PONTIANAK TETAPKAN OKNUM POLISI YANG MEMERKOSA GADIS PELANGGAR LALU LINTAS SEBAGAI TERSANGKA   POSITIF KORONA TANPA GEJALA, ISTRI WALI KOTA PONTIANAK DIISOLASI DI RUMAH   ISTRI DARI WALI KOTA PONTIANAK, KALBAR, EDI RUSDI KAMTONO, POSITIF TERINFEKSI KORONA TANPA GEJALA   POSITIF TERINFEKSI KORONA, PUTRA BUNGSU DARI WALI KOTA JAMBI SYARIF FASHA MENINGGAL DUNIA    POLDA METRO JAYA PERPANJANG PENAHANAN JOHN KEI HINGGA 19 OKTOBER 2020   POLISI BERENCANA JEMPUT LHI, PEREMPUAN YANG MENGAKU DILECEHKAN DAN DIPERAS SAAT TES CEPAT DI BANDARA SOEKARNO-HATTA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.425 ORANG: 1.002 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 303 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 494 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 2.950.173 SPESIMEN   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 108.880 ORANG    HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 248.852 POSITIF, 180.797 SEMBUH, 9.677 MENINGGAL DUNIA