Kompas TV nasional politik

Pilkada 2020, Anggota Komisi II DPR Usulkan Ambang Batas Pencalonan Diturunkan

Senin, 3 Agustus 2020 | 08:15 WIB
pilkada-2020-anggota-komisi-ii-dpr-usulkan-ambang-batas-pencalonan-diturunkan
Ilustrasi kotak surat suara pilkada (Sumber: KOMPAS)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Di negara demokrasi Indonesia ini sudah seharusnya calon kepala daerah tidak melawan kotak kosong. Karena hal itu dianggap tidak baik untuk pendidikan politik di masa depan.

Baca Juga: Cucu Pakubuwono XII Putri Woelan Berniat Maju di Pilkada Solo 2020, Koalisi atau Independen?

Untuk itulah, anggota Komisi II DPR dari Fraksi PAN (Partai Amanat Nasional), Guspardi Gaus mengusulkan ambang batas pencalonan calon kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) diturunkan.

Dengan ambang batas lebih rendah itu diharapkan bisa menghadirkan banyak calon yang dapat dipilih masyarakat.

"Kita malah yang inisiator dari awal-awal. Artinya dengan diturunkannya ambang batas persyaratan pencalonan kepala daerah, akan makin membuka peluang kepada para kandidat calon bupati, wali kota dan gubernur," ujar Guspardi di Jakarta, Minggu (2/8/2020). 

Guspardi mengatakan, dalam Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada disebutkan bahwa partai politik atau gabungan parpol dapat mendaftarkan pasangan calon jika telah memenuhi persyaratan perolehan paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan.
 
Guspardi berpandangan, persyaratan 20 persen terlalu berat dan memunculkan potensi pasangan calon "memborong" dukungan dari partai politik.

Menurutnya, kondisi menguatkan potensi pasangan calon melawan kotak kosong.

Editor : Deni Muliya

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:39
ANGKATAN UDARA TIONGKOK GELAR SIMULASI SERANGAN DI TEMPAT YANG MENYERUPAI PANGKALAN AU AS DI GUAM   SEBANYAK 11 TENAGA KESEHATAN DI MADIUN, JAWA TIMUR, POSITIF TERINFEKSI KORONA   POLRESTA PONTIANAK TETAPKAN OKNUM POLISI YANG MEMERKOSA GADIS PELANGGAR LALU LINTAS SEBAGAI TERSANGKA   POSITIF KORONA TANPA GEJALA, ISTRI WALI KOTA PONTIANAK DIISOLASI DI RUMAH   ISTRI DARI WALI KOTA PONTIANAK, KALBAR, EDI RUSDI KAMTONO, POSITIF TERINFEKSI KORONA TANPA GEJALA   POSITIF TERINFEKSI KORONA, PUTRA BUNGSU DARI WALI KOTA JAMBI SYARIF FASHA MENINGGAL DUNIA    POLDA METRO JAYA PERPANJANG PENAHANAN JOHN KEI HINGGA 19 OKTOBER 2020   POLISI BERENCANA JEMPUT LHI, PEREMPUAN YANG MENGAKU DILECEHKAN DAN DIPERAS SAAT TES CEPAT DI BANDARA SOEKARNO-HATTA   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.425 ORANG: 1.002 SEMBUH, 120 MENINGGAL DUNIA, 303 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 494 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   PEMERINTAH: HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 2.950.173 SPESIMEN   HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 108.880 ORANG    HINGGA 21 SEPTEMBER 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 248.852 POSITIF, 180.797 SEMBUH, 9.677 MENINGGAL DUNIA