Kompas TV nasional hukum

Wacana Pansus Kasus Djoko Tjandra, Ini Kata Politikus Demokrat

Minggu, 2 Agustus 2020 | 17:20 WIB
wacana-pansus-kasus-djoko-tjandra-ini-kata-politikus-demokrat
Buronan terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (30/7/2020). (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Desakan terhadap DPR RI agar menggunakan hak angket dalam kasus pelarian narapidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra, memperoleh tanggapan.

Baca Juga: Terkait Kasus Djoko Tjandra, Kejagung Sebut Jaksa Pinangki Telah Diberi Sanksi

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, panitia khusus (pansus) DPR soal pelarian narapidana dalam kasus pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra adalah langkah yang efektif. 

"Sebagai bagian perbaikan sistem yang rusak selama ini, pansus Djoko Tjandra menjadi langkah yang efektif serta optimal untuk membongkar semua kejahatan, penyimpangan, penyalahgunaan kekuasaan, oknum aparat dan sistem yang bekerja membantu Djoko Tjandra selama ini," ujar Didik kepada Kompas.com, Minggu (2/8/2020). 

Namun, menurut Didik, pembentukan pansus baru dapat dilakukan apabila upaya hukum yang dilakukan saat ini tidak mampu mengungkap tuntas perbuatan Djoko Tjandra. 

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar publik, termasuk pegiat antikorupsi yakni Indonesia Corruption Watch (ICW) dan kawan-kawan untuk menunggu dan memberi kesempatan aparat penegak hukum menuntaskan kasus tersebut dengan transparan, profesional dan akuntabel. 

Menurut Didik, kasus Djoko Tjandra bukan hanya menyangkut upaya hukum saja, tetapi proses hukumnya wajib dilakukan dengan basis independensi dan tidak boleh diintervensi siapapun. 

Editor : Deni Muliya

1
2



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:34
DONASI BAGI SENIMAN BISA DISALURKAN KE YAYASAN DANA KEMANUSIAAN KOMPAS: 211144228 (BNI) ATAU 0123021433 (BCA)   DONASI 100 HARI KEPERGIAN DIDI KEMPOT MASIH DIBUKA. MARI BANTU SENIMAN YANG TERDAMPAK COVID-19 AGAR TETAP BERTAHAN   JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 5.197.749 POSITIF, 1.755.225 SEMBUH, 166.038 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA   RSKI PULAU GALANG, BATAM, KEPULAUAN RIAU, TANGANI 52 PASIEN POSITIF KORONA HINGGA 13 AGUSTUS 2020   HINGGA 13 AGUSTUS 2020, RSD COVID-19 WISMA ATLET KEMAYORAN TANGANI 1.235 PASIEN POSITF KORONA   DISDIK: SELURUH SEKOLAH AKAN GELAR BELAJAR MENGAJAR TATAP MUKA SETELAH KOTA BEKASI MASUK STATUS ZONA KUNING   MENDAGRI IMBAU MASYARAKAT TAK GELAR LOMBA PANJAT PINANG SAAT PERAYAAN HUT KE-75 RI KARENA BERPOTENSI TULARKAN KORONA   PEMPROV DKI JAKARTA IMBAU WARGA KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH DAN UMBUL-UMBUL HINGGA 31 AGUSTUS 2020   KEMENKES BANTAH RS RUJUKAN KORONA DI DKI JAKARTA SUDAH PENUH   KEMENKES: PASIEN KORONA YANG TELAH SEMBUH BOLEH PULANG DARI RS TANPA HARUS 2 KALI TES NEGATIF   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO MENDAPAT BINTANG JASA UTAMA DARI PRESIDEN JOKOWI   KPK SITA LAHAN KELAPA SAWIT DI PADANG LAWAS, SUMUT, TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI   MANTAN BENDAHARA UMUM PARTAI DEMOKRAT MUHAMMAD NAZARUDDIN RESMI BEBAS MURNI HARI INI