Kompas TV nasional sapa indonesia

Akhir Pelarian Buronan 11 Tahun, Djoko Tjandra

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 20:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Terpidana kasus pengalihan hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra telah menempati Lapas Salemba Cabang Bareskrim Polri.  

Djoko Tjandra menempati sel tahanan sendirian.

Djoko Tjandra menempati sel nomor 1.

Dia satu rutan  dengan tersangka kasus surat perjalanan Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo, yang berada di sel nomor 26.

Sebelumnya, Bareskrim Polri telah  menyerahkan Djoko Tjandra  ke Kejaksaan Agung.

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri akan mendalami adanya dugaan aliran dana dari Djoko Tjandra, ke pihak-pihak yang yang membantu pelariannya.

Bareskrim Polri juga menetapkan Anita Kolopaking, kuasa hukum Djoko Tjandra, sebagai tersangka terkait surat jalan kliennya.

Anita diduga membantu Djoko Tjandra melobi Brigjen Prasetijo Utomo.

Dari lobi itu, Prasetijo Utomo menerbitkan surat jalan Djoko Tjandra ke Pontianak pada 18 Juni dan kembali ke Jakarta pada 22 Juni.

Sementara itu, keluarga Djoko Tjandra menunjuk Otto Hasibuan sebagai kuasa hukum untuk kasus korupsi hak tagih Bank Bali.

Namun Otto belum menentukan sikap, karena harus menanyakan beberapa hal kepada Djoko Tjandra, termasuk apakah masih ada pengacara lain yang mewakili Djoko Tjandra.

Djoko tjandra merupakan buron kejaksaan selama 11 tahun.

Namanya kembali mengemuka setelah dia berupaya melakukan peninjauan kembali ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hingga dengan bebasnya,  membuat KTP Elektronik dan Paspor sehingga bisa mendaftar PK ke pengadilan.

Akhirnya, Djoko Tjandra berhasil ditangkap di Malaysia, pada Kamis 30 Juli lalu.

Lebih lengkap, soal bagaimana kinerja Polri  yang berhasil melacak dan memulangkan sang buron koruptor 11 tahun, ke tanah air.

Termasuk sejauh mana transparansi Polri dalam mengungkap kasus ini?

Kita bahas bersama Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Editor : Dea Davina



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA


KOMPAS DUNIA

Kenali Mulan Asli di Dunia Nyata Ini

Kamis, 13 Agustus 2020 | 22:09 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
22:21
DONASI BAGI SENIMAN BISA DISALURKAN KE YAYASAN DANA KEMANUSIAAN KOMPAS: 211144228 (BNI) ATAU 0123021433 (BCA)   DONASI 100 HARI KEPERGIAN DIDI KEMPOT MASIH DIBUKA. MARI BANTU SENIMAN YANG TERDAMPAK COVID-19 AGAR TETAP BERTAHAN   MASKAPAI HONG KONG, CATHAY PACIFIC AIRWAYS, MERUGI RP 18,8 TRILIUN DI SEMESTER I 2020   WALI KOTA TEGAL DEDY YON SUPRIYONO MEROMBAK BESAR-BESARAN JAJARAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DI TENGAH PANDEMI    SATGAS PENANGANAN COVID-19 PAPUA: 289 ANAK USIA 0-19 TAHUN DI PAPUA POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 4 TENAGA KESEHATAN RSUD KLUNGKUNG, BALI, POSITIF TERTULAR KORONA SAAT MENANGANI PASIEN COVID-19   PEMERINTAH TENGAH SIAPKAN INSENTIF KREDIT MODAL KERJA MAKSIMAL RP 10 JUTA UNTUK IBU RUMAH TANGGA DAN KORBAN PHK   OJK CABUT IZIN USAHA PT BANK PERKREDITAN RAKYAT LUGANO KOTA BEKASI   PROSES PEMBANGUNAN PROYEK REL DWIGANDA (DDT) STASIUN BEKASI SUDAH MENCAPAI 40 PERSEN   SATGAS COVID-19 IMBAU TOKOH PUBLIK SELALU SAMPAIKAN INFORMASI KORONA YANG VALID   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA KEMENTERIAN/LEMBAGA BANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK SOAL PENANGANAN KORONA   POLRI DUKUNG PEMBERIAN SANKSI SOSIAL UNTUK PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   TNI TEGASKAN TAK AKAN TURUNKAN ALUTSISTA DALAM PENEGAKAN HUKUM PROTOKOL KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN KORONA   MENDAGRI TITO KARNAVIAN SEBUT DEBAT PUBLIK CALON KEPALA DAERAH BAKAL USUNG TEMA PANDEMI KORONA