Kompas TV kolom opini

Layakkah Kita Merayakan Idul Adha?

Jumat, 31 Juli 2020 | 23:20 WIB
layakkah-kita-merayakan-idul-adha
Ratusan jemaah Muslim mengelilingi Kabah, bangunan berbentuk kubus di Masjid Al Haram, sembari menerapkan jaga jarak sosial untuk melindungi diri dari virus corona, di kota suci Muslim di Makkah, Arab Saudi, Rabu, 29 Juli, 2020.(AP/STR) (Sumber: Kompas.com)

Kalau bercermin pada suasana batin yang tergambar pada kisah ini, rasanya kita belum layak merayakan Idul Adha, karena belum sampai pada tahap seperti Ibrahim yang bisa menekan perasaan dan egonya untuk mengurbankan putra yang sangat dicintainya. Atau seperti Ismail yang dengan penuh keikhlasan dan kesabaran rela dikurbankan sebagai bukti kepatuhan pada Allah.

Idul Adha 1441 H ini kita lalui dalam suasana yang berbeda. Perbedaan itu disebabkan karena pandemi Covid-19 yang alih-alih diprediksi akan mereda, malah semakin merajalela. Jika benar-benar ingin meneladani Ibrahim dan Ismail, sudah seharusnya kita berkorban untuk membantu mereka yang terdampak Covid-19.

Walaupun belum mampu mengurbankan apa yang paling kita cintai, setidaknya kita bisa berusaha semaksimal mungkin agar apa pun yang kita kurbankan, bisa disertai dengan keikhlasan. Kurban bukan untuk pencitraan, apalagi sebagai sarana meraih kekuasaan. Wallahu a’lam!

Editor : Hariyanto Kurniawan




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
01:01
PK TERHADAP PERKARA MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG DITOLAK, KPK: KAMI HORMATI PUTUSAN MA   MA TOLAK PERMOHONAN PK YANG DIAJUKAN KPK TERKAIT PUTUSAN MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG   KOORDINATOR MAKI BOYAMIN SAIMAN MENILAI BARESKRIM POLRI PERLU MEMERIKSA JAKSA PINANGKI TERKAIT DJOKO TJANDRA   KPAI SARANKAN KEMENDIKBUD GRATISKAN INTERNET SISWA DARI DANA PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK (POP)   SOAL KLAIM HADI PRANOTO, KEMENKES: OBAT HARUS LOLOS UJI ILMIAH   KAROPENMAS SEBUT BARESKRIM PANGGIL PENGACARA DJOKO TJANDRA, ANITA KOLOPAKING SELASA, 4 AGUSTUS 2020   BUPATI BOGOR MINTA PENAMPUNGAN MIGRAN DIPINDAH DARI PUNCAK BOGOR   KEMENKES MINTA MASYARAKAT TIDAK MUDAH PERCAYA KLAIM HADI PRANOTO   TANGGAPI HADI PRANOTO, KEMENKES TEGASKAN PRODUKSI OBAT TIDAK SEMBARANGAN    GUBERNUR JAWA TENGAH GANJAR PRANOTO AKAN POTONG GAJI ASN YANG LANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI KANTOR   KEMENDIKBUD BERI BANTUAN DANA UANG KULIAH TUNGGAL KEPADA 419.605 MAHASISWA TERDAMPAK PANDEMI COVID-19   GUBERNUR JAWA TIMUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA TEGASKAN PENENTUAN ZONA HIJAU BUKAN WEWENANG DAERAH   BAWASLU SEBUT PENYEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PENYELENGGARA PILKADA BELUM 100 PERSEN    KEMENRISTEK TIDAK PERNAH MEMBERIKAN DUKUNGAN UJI KLINIS OBAT HERBAL PRODUKSI BIO NUSWA YANG DIAKUI HADI PRANOTO