Kompas TV nasional berita kompas tv

Disebut sebagai Dinasti Politik, Pilkada 2020 Jadi Pertarungan "Nama Besar"

Kamis, 30 Juli 2020 | 16:17 WIB

KOMPAS.TV - 9 Provinsi, 224 Kabupaten, dan 37 Kota akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah serentak di tahun 2020.

Dari sekian nama calon kepala daerah, beberapa di antaranya merupakan keluarga atau kerabat pejabat dan politisi, bahkan keluarga presiden.

Salah satu pesta demokrasi terbesar di tanah air segera digelar. Pemilihan kepala daerah serentak 2020 akan digelar di 270 daerah. Terdiri dari 9 Provinsi, 224 Kabupaten dan 37 Kota.

Demokrasi memungkinkan siapa saja untuk maju sebagai calon kepala daerah.

Dari sejumlah nama yang maju sebagai calon kepala daerah, ada beberapa nama yang menyedot perhatian publik.

Di Pilkada Kota Solo, Jawa Tengah, ada Gibran Rakabuming, putra sulung Presiden Joko Widodo.

Gibran yang dikenal sebagai pengusaha ini maju sebagai Bakal Calon Wali Kota lewat gerbong PDIP. Gibran membantah keikutsertaannya sebagai bentuk dinasti politik.

Bukan hanya Gibran Rakabuming, dari keluarga Presiden Joko Widodo yang ikut dalam Pilkada Serentak 2020, ada nama Bobby Nasution, menantu Presiden.

Selain didukung PDIP, Bobby juga baru saja mendapat dukungan resmi dari PAN

Menurut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dukungan terhadap Bobby disebabkan elektabilitasnya yang naik dalam beberapa waktu terakhir.

Bobby nantinya bakal menghadapi Akhyar Nasution, yang saat ini masih menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan. Akhyar didukung oleh Partai Demokrat dan PKS

Bakal calon kepala daerah lainnya dari kalangan istana adalah putri dari Wakil Presiden, Maruf Amin, Siti Nur Azizah. Mendapat dukungan Partai Demokrat, PKS dan Hanura, Azizah bakal berhadapan dengan Rahayu Saraswati, yang tak lain adalah keponakan dari Menteri Pertahanan dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Rahayu diusung oleh partai Gerindra, PDIP dan Partai Nasdem

Nama besar  bukanlah jaminan bisa terpilih sebagai calon kepala daerah. Rakyat nanti yang bakal memilih, siapa calon pemimpin yang dianggap bisa melindungi dan mengayomi warganya lewat pemilihan langsung, jujur rahasia, dan adil.
 

Penulis : Anjani Nur Permatasari


BERITA UTAMA




BERITA LAINNYA


Selebriti

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Selasa, 2 Maret 2021 | 19:49 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
20:17
KAROPENMAS HUMAS POLRI: 59 DARI 62 KORBAN JATUHNYA PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182 TELAH TERIDENTIFIKASI   DISHUB DKI JAKARTA: KENDARAAN YANG TAK LULUS UJI EMISI AKAN DIKENAKAN TARIF PARKIR TERTINGGI   KETUA MAJELIS PERTIMBANGAN KARANG TARUNA GIBRAN RAKABUMING RAKA MINTA KARANG TARUNA DUKUNG VAKSINASI COVID-19   DUKUNG PENERAPAN TILANG ELEKTRONIK, POLDA JATENG PASANG KAMERA DI HELM POLANTAS   KEMENAKER DORONG DUNIA USAHA SEGERA BUAT STRUKTUR DAN SKALA UPAH SESUAI DENGAN PERATURAN PENGUPAHAN TERBARU   KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN AKSELERASI PENGEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK BERBASIS BATERAI   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT GENOSE MERUPAKAN INOVASI ANAK BANGSA YANG HARUS DIDUKUNG   TIM DVI POLRI TUTUP IDENTIFIKASI KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182, 3 ORANG BELUM TERIDENTIFIKASI   BEKERJA SAMA DENGAN KPU, MENKES HARAP MASYARAKAT BISA RASAKAN PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS DATA   KPU DAN KEMENKES TANDA TANGANI MOU SOAL AKSES DATA UNTUK VAKSINASI COVID-19   KPU SIAP BEKERJA SAMA DENGAN INSTANSI YANG MEMBUTUHKAN DATA PEMILIH   SATGAS: TEMUAN KASUS COVID-19 DARI MUTASI VIRUS CORONA B.1.1.7 ASAL INGGRIS AKAN DITELUSURI LEBIH LANJUT   KETUA DPD MINTA PEMDA HADIRKAN KEBIJAKAN INOVATIF DI SEKTOR EKONOMI AGAR PROSES PEMULIHAN DARI PANDEMI LEBIH CEPAT   KETUA DPD MINTA PEMDA HADIRKAN KEBIJAKAN INOVATIF DI SEKTOR EKONOMI AGAR PROSES PEMULIHAN DARI PANDEMI LEBIH CEPAT