Kompas TV bisnis kompas bisnis

Defisit Anggaran RAPBN 2021 Diperlebar Jadi 5,2 Persen

Kamis, 30 Juli 2020 | 11:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah memutuskan untuk memperlebar defisit anggaran di rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara, RAPBN, 2021. 

Dari yang sebelumnya 4,7 persen, defisit anggaran kini diperlebar jadi 5,2 persen dari PDB.

Angka defisit ini lebih kecil dari target defisit 2020 sebesar 6,34 persen.

Pelebaran defisit ini dilakukan untuk menopang pemulihan ekonomi nasional, karena ketidakpastian global diprediksi masih harus diwaspadai pada tahun 2021 mendatang. 

Melalui pelebaran defisit, pemerintah menghitung cadangan belanja bisa naik 179 triliun rupiah.

Dana ini akan dianggarkan utamanya untuk pemulihan di sektor pangan, kesehatan, dan pendidikan.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2020 kembali melebar ke level 6,34 persen atau setara 1.039,2 trilyun rupiah terhadap produk domestik bruto (PDB), Rabu (3/6/2020).

Angka defisit ini akan dimasukkan dalam revisi Perpres Nomor 54 Tahu 2020. Sri Mulyani menjelaskan, pelebaran defisit ini terjadi karena kebutuhan dana penanggulangan Covid-19 di Indonesia yang terus bertambah.

Salah satunya seperti program pemulihan ekonomi nasional yang naik menjadi 677,2 trilyun rupiah. Selain itu, dari kebutuhan tersebut terjadi perubahan target penerimaan APBN 2020 menjadi 1.699,1 triliun rupiah dan belanja negara menjadi 2.738,4 triliun rupiah.
 
 

Editor : Merlion Gusti



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
22:08
DONASI BAGI SENIMAN BISA DISALURKAN KE YAYASAN DANA KEMANUSIAAN KOMPAS: 211144228 (BNI) ATAU 0123021433 (BCA)   DONASI 100 HARI KEPERGIAN DIDI KEMPOT MASIH DIBUKA. MARI BANTU SENIMAN YANG TERDAMPAK COVID-19 AGAR TETAP BERTAHAN   JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 5.197.749 POSITIF, 1.755.225 SEMBUH, 166.038 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA   RSKI PULAU GALANG, BATAM, KEPULAUAN RIAU, TANGANI 52 PASIEN POSITIF KORONA HINGGA 13 AGUSTUS 2020   HINGGA 13 AGUSTUS 2020, RSD COVID-19 WISMA ATLET KEMAYORAN TANGANI 1.235 PASIEN POSITF KORONA   DISDIK: SELURUH SEKOLAH AKAN GELAR BELAJAR MENGAJAR TATAP MUKA SETELAH KOTA BEKASI MASUK STATUS ZONA KUNING   MENDAGRI IMBAU MASYARAKAT TAK GELAR LOMBA PANJAT PINANG SAAT PERAYAAN HUT KE-75 RI KARENA BERPOTENSI TULARKAN KORONA   PEMPROV DKI JAKARTA IMBAU WARGA KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH DAN UMBUL-UMBUL HINGGA 31 AGUSTUS 2020   SATGAS COVID-19 IMBAU TOKOH PUBLIK SELALU SAMPAIKAN INFORMASI KORONA YANG VALID   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA KEMENTERIAN/LEMBAGA BANGUN KEPERCAYAAN PUBLIK SOAL PENANGANAN KORONA   POLRI DUKUNG PEMBERIAN SANKSI SOSIAL UNTUK PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN COVID-19   TNI TEGASKAN TAK AKAN TURUNKAN ALUTSISTA DALAM PENEGAKAN HUKUM PROTOKOL KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN KORONA   MENDAGRI TITO KARNAVIAN SEBUT DEBAT PUBLIK CALON KEPALA DAERAH BAKAL USUNG TEMA PANDEMI KORONA