Kompas TV kolom budiman tanuredjo

Selain Polisi, Ini Daftar Korban Djoko Tjandra - Opini Budiman Eps.17

Sabtu, 25 Juli 2020 | 09:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kisah buronan Djoko Tjandra tetaplah misterius. Semakin dilacak, semakin banyak misteri yang harus diungkap.

Namun, kesimpulannya Joker – demikian dia disebut -adalah orang kuat - yang punya jaringan kuat. Jaringan politik maupun jaringan hukum.

PN Jakarta Selatan adalah tempat yang akrab bagi Djoko Tjandra. Perlawanan hukum yang dilakukan Djoko Tjandra, selalu berlangsung di PN Jaksel dan Mahkamah Agung.

Djoko Tjandra dituduh melakukan tindak pidana dalam kasus cessie Bank Bali. Jaksa menuntut 18 bulan penjara, namun oleh majelis hakim PN Jaksel menyebut kasus Djoko Tjandra adalah kasus perdata, bukan pidana. Ini hal menarik pertama. Jaksa pun kasasi ke MA. 28 juni 2001, MA memutuskan menolak kasasi jaksa.

Kasus Joker lama tenggelam, negosiasi soal uang cesie terjadi. Namun akhirnya jaksa mengajukan PK. Sehari sebelum vonis PK, Joker kabur. 10 Juni 2009 malam, dari Bandara Halim Perdana Kusuma, dia kabur ke Papua Nugini. 

Status Joker buronan. Namun, upaya menangkap Djoko tak nampak, belakangan diketahui sejak 2014 nama Joker hilang dari daftar red notice di interpol. Entah siapa yang menghilangkannya.

Setelah nama terhapus dari red  notice, tahun 2016 Anna Boentaran mengajukan uji materi pasal 263 Kuhap. Anna, istri Joker mempersoalkan apakah jaksa boleh mengajukan PK.

Joker datang ke PN Jaksel untuk mendaftarkan PK pada 8 juni 2020.

Sebelumnya dia mengurus KTP di kelurahan Grogol Selatan, KTP pun keluar dalam waktu 30 menit, Joker lenggang kangkung ke PN Jaksel tak ada yang menangkap. Sampai pada 19 Juni 2020, ia mendapat surat jalan ke Pontianak dengan disertai surat rapid test dan disebutkan profesinya adalah konsultan Bareskrim.

Joker kemudian juga ke kantor Imigrasi Jakarta utara pada 22 Juni 2020. Dalam sidang PK pun, Joker tak hadir dan meminta dilakukan sidang online.

Korban Joker telah berjatuhan, Lurah Grogol Selatan Asep Subahan, Brigjen Prasetijo Utomo, Brigjen Nugrohi Dewanto dan Irjen Pol Napoleon Bonaparte. 

Penulis : Sadryna Evanalia



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:48
MENDAGRI TITO KARNAVIAN DORONG KEPALA DAERAH SERIUS DALAM MENERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN   MENAG FACHRUL RAZI BERHARAP FORUM ZAKAT DUNIA DAPAT BANTU MENYELESAIKAN KETIMPANGAN ANTARA NEGARA MUSLIM    MENAG FACHRUL RAZI TERBITKAN PANDUAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN IBADAH DAN PERAYAAN NATAL DI MASA PANDEMI   MENTERI BUMN ERICK THOHIR: NEGARA AKAN MENJAMIN KEAMANAN POLIS ASURANSI PARA NASABAH ASURANSI JIWASRAYA   BENTENG VASTENBURG SOLO AKAN DIJADIKAN RUMAH KARANTINA BAGI PEMUDIK YANG NEKAT PULANG SAAT LIBUR PANJANG AKHIR TAHUN   PEMKOT SOLO TUTUP SEMENTARA PASAR GEDE SISI TIMUR SELAMA SEPEKAN SETELAH 11 PEDAGANG DINYATAKAN POSITIF COVID-19   IKATAN DOKTER INDONESIA: LIBUR BERSAMA BERPOTENSI PICU TERJADINYA KERUMUNAN DAN LONJAKAN PENULARAN COVID-19   PERLUDEM MEMINTA PEMERINTAH PERKUAT KOORDINASI MITIGASI POTENSI PENULARAN COVID-19 SAAT PILKADA SERENTAK 2020   WAPRES MA'RUF AMIN BERHARAP FORUM ZAKAT DUNIA DAPAT MEMBANTU PEMULIHAN EKONOMI DUNIA PASCA PANDEMI COVID-19   KASUS COVID-19 MENINGKAT, RSD WISMA ATLET KEMAYORAN KLAIM KAPASITAS TAMPUNG PASIEN DAPAT BERTAHAN HINGGA AKHIR 2020   BPBD: PENGUNGSIAN GUNUNG ILI LEWOTOLOK MENGUTAMAKAN PROTOKOL KESEHATAN UNTUK CEGAH PENULARAN COVID-19   WALI KOTA BEKASI AKAN TAMBAH TEMPAT TIDUR DI RUANG ISOLASI DI STADION PATRIOT CANDRABHAGA   PRESIDEN: PEMERINTAH AKAN BERI SANTUNAN KEPADA KELUARGA KORBAN PEMBUNUHAN DAN TERORISME DI KABUPATEN SIGI, SULTENG    PRESIDEN JOKOWI TEGASKAN TAK ADA TEMPAT UNTUK TERORISME DI INDONESIA