Kompas TV kolom catatan jurnalis

Djoko Tjandra Lari, Tim Pemburu Koruptor Hidup Lagi

Rabu, 22 Juli 2020 | 06:00 WIB
djoko-tjandra-lari-tim-pemburu-koruptor-hidup-lagi
Djoko Tjandra (Sumber: Kompas.com)

Oleh: Mustakim, Jurnalis Kompas TV

Kementerian Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) akan menghidupkan kembali Tim Pemburu Koruptor (TPK).

Ide menghidupkan kembali TPK berawal dari kasus ‘lolosnya’ Djoko Tjandra. Pria yang kerap disebut Joker ini membuat geger. Pasalnya, terpidana kasus Bank Bali yang sudah menjadi buron sejak 2009 ini bisa wira wiri dan keluar masuk Indonesia dengan leluasa. Pria bernama lengkap Djoko Sugiarto Tjandra ini bahkan bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, paspor dan mengantongi Surat Jalan dari Mabes Polri.

Daur Ulang Barang Usang

Pemerintah dianggap kecolongan. Pasalnya, buronan kasus korupsi yang bertahun-tahun dicari justru terkesan difasilitasi. Sejumlah jenderal polisi diduga terlibat dalam kasus ini. Mereka dianggap memuluskan jalan buronan Kejaksaan Agung ini. Peran mereka bervariasi mulai dari membuat Surat Jalan hingga menghapus red notice atas nama Djoko Tjandra pada basis data Interpol.

Kapolri Jenderal Idham Azis telah mencopot tiga perwira tinggi yang diduga terlibat dalam kasus ini. Mereka adalah Kepala Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan PPNS Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Prasetyo Utomo, dan Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Wibowo.

Alih-alih ‘menertibkan’ Kepolisian dan institusi lain yang kebobolan, pemerintah justru berencana menghidupkan kembali Tim Pemburu Koruptor. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengatakan, tim ini akan dihidupkan guna meringkus Djoko Tjandra dan koruptor lain yang menjadi buronan.

Editor : Zaki Amrullah

1
2
3



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:52
DONASI BAGI SENIMAN BISA DISALURKAN KE YAYASAN DANA KEMANUSIAAN KOMPAS: 211144228 (BNI) ATAU 0123021433 (BCA)   DONASI 100 HARI KEPERGIAN DIDI KEMPOT MASIH DIBUKA. MARI BANTU SENIMAN YANG TERDAMPAK COVID-19 AGAR TETAP BERTAHAN   JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 5.197.749 POSITIF, 1.755.225 SEMBUH, 166.038 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA   RSKI PULAU GALANG, BATAM, KEPULAUAN RIAU, TANGANI 52 PASIEN POSITIF KORONA HINGGA 13 AGUSTUS 2020   HINGGA 13 AGUSTUS 2020, RSD COVID-19 WISMA ATLET KEMAYORAN TANGANI 1.235 PASIEN POSITF KORONA   DISDIK: SELURUH SEKOLAH AKAN GELAR BELAJAR MENGAJAR TATAP MUKA SETELAH KOTA BEKASI MASUK STATUS ZONA KUNING   MENDAGRI IMBAU MASYARAKAT TAK GELAR LOMBA PANJAT PINANG SAAT PERAYAAN HUT KE-75 RI KARENA BERPOTENSI TULARKAN KORONA   PEMPROV DKI JAKARTA IMBAU WARGA KIBARKAN BENDERA MERAH PUTIH DAN UMBUL-UMBUL HINGGA 31 AGUSTUS 2020   KEMENKES BANTAH RS RUJUKAN KORONA DI DKI JAKARTA SUDAH PENUH   KEMENKES: PASIEN KORONA YANG TELAH SEMBUH BOLEH PULANG DARI RS TANPA HARUS 2 KALI TES NEGATIF   KOMNAS HAM KHAWATIR TERJADI "ABUSE OF POWER" JIKA RUU CIPTA KERJA DISAHKAN   KPK SITA LAHAN KELAPA SAWIT DI PADANG LAWAS, SUMUT, TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI   MANTAN BENDAHARA UMUM PARTAI DEMOKRAT MUHAMMAD NAZARUDDIN RESMI BEBAS MURNI HARI INI