KOMPAS.TV - Salah satu dari tiga korban tewas pada insiden penusukan di Reading, Inggris merupakan pria warga negara Amerika Serikat (AS).
Pria tersebut merupakan John Ritchie-Bennet, warga AS yang sudah 15 tahun tinggal di Inggris.
Ayah John Ritchie-Bennet, Robert Ritchie mengonfirmasikan salah satu korban dalam tragedi penusukan tersebut.
Baca Juga: Penikaman di Reading Tewaskan 3 Orang, Polisi Inggris Tetapkan sebagai Aksi Terorisme
Robert Ritchie mengungkapkan putranya merupakan sosok penyayang dan pintar. John Ritchie-Bennet aslinya berasal dari Philadelphia.
Duta Besar AS untuk Inggris, Woody Johnson membenarkan seorang warganya menjadi korban insiden tersebut.
“Saya mengungkapkan rasa duka cita mendalam bagi keluarga dari para korban. Ini menjadi kesedihan yang besar untuk kami, karena seorang korban merupakan warga AS,” ujarnya dikutip BBC.
Penusukan terjadi di Taman Forbury Gardens, Reading, Sabtu (20/6/2020) malam waktu setempat.
Tiga orang dilaporkan tewas dalam penusukan tersebut. Saat ini diketahui selain John Ritchie-Bennet, satu orang korban tewas lainnya adalah seorang guru, James Furlong.
Baca Juga: Semenanjung Korea Memanas, Korea Utara Ancam Sebar Selebaran Anti-Korea Selatan
Sedangkan seorang korban lainnya belum diketahui siapa. Selain itu, 6 orang lainnya luka-luka.
Pihak kepolisian Inggris menegaskan insiden ini sebagai tindak terorisme. Mereka pun sudah menangkap pelaku penusukan.
Pelaku diketahui bernama Khairi Saadallah, seorang pengungsi dari Libya.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.