A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined property: stdClass::$iframe

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 152

Backtrace:

File: /var/www/html/frontendv2/application/libraries/Article_lib.php
Line: 152
Function: _error_handler

File: /var/www/html/frontendv2/application/controllers/Read.php
Line: 29
Function: gen_content_article

File: /var/www/html/frontendv2/index.php
Line: 314
Function: require_once

Tidak Kooperatif, Ditjen Pengawasan KKP Lumpuhkan Kapal Vietnam Dengan Timah Panas
Kompas TV nasional berita kompas tv

Tidak Kooperatif, Ditjen Pengawasan KKP Lumpuhkan Kapal Vietnam Dengan Timah Panas

Jumat, 10 Januari 2020 | 15:15 WIB

30 Desember lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, meringkus tiga kapal asing di perairan Natuna Utara.

Awak kapal ditangkap, dan sejumlah hasil tangkapan disita. Kini, sejumlah tersangka ada di Pontianak, untuk mempertanggungjawabkan tindakannya di meja hijau.

Kapal asing asal Vietnam ini, melakukan perlawanan. Pengejaran juga terus dilakukan selama 30 menit.

Namun tidak adanya itikad baik, memaksa anak buah kapal pengawas milik Direktorat Penanganan Pelanggaran, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, PSDKP, Pontianak melancarkan timah panas ke arah kapal milik Vietnam.
Akibatnya, dua orang ABK Vietnam terluka.

Sisanya dibawa ke Stasiun PSDKP, Pontianak, untuk dimintai keterangan sebelum bersaksi di hadapan Pengadilan Negeri, Pontianak.

Menteri Kelautan dan Perikanan, mengapresiasi penangkapan tiga kapal asing pencuri ikan di perairan Natuna Utara.

Edhy Prabowo menyatakan saat upaya penangkapan, tiga kapal pencuri ikan membawa total 36 anak buah kapal.

Penangkapan kapal asing pencuri ikan sebagai salah satu upaya penegakan kedaulatan di perairan Indonesia.
Untuk satu kapal penangkap ikan milik Vietnam, disebut mampu menghasilkan omzet hingga 30 miliar rupiah untuk satu kali pelayaran.

Terbuat dari campuran bahan baku kayu dan fiber, kapal-kapal besar sering kali berkeliaran di perairan Indonesia.

Selama tiga tahun terakhir setidaknya ada 345 kasus ilegal fishing di perairan indonesia.

Vietnam, Filipina dan Malaysia menempati peringkat tiga teratas negara asing yang sering tertangkap.
 

Editor : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:01
KKP SEBUT TELAH MELATIH 47.000 ORANG DALAM SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN SEPANJANG 2020   SATGAS COVID-19 INDRAMAYU TERBITKAN ATURAN PROTOKOL KESEHATAN SELAMA MASA PILKADA 2020   BPOM SEBUT TAK KESAMPINGKAN ASPEK KEAMANAN, KHASIAT, DAN MUTU DALAM PEMBERIAN PERSETUJUAN VAKSIN COVID-19   WAPRES MA'RUF AMIN MINTA MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA (NU) KEMBANGKAN UMKM   WAPRES MA'RUF AMIN HARAP MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA (NU) SEBARKAN AJARAN ISLAM MODERAT    SATGAS COVID-19 LUNCURKAN SISTEM BERSATU LAWAN COVID-19 UNTUK OPTIMALKAN OPERASI YUSTISI    CEGAH PRAKTIK PENYIMPANGAN KOPERASI, KEMENKOP DAN UKM MULAI TERAPKAN REFORMASI SISTEM PENGAWASAN KOPERASI   PERIKSA WISATAWAN, PEMPROV JAWA BARAT SIAGAKAN 54 TITIK TES CEPAT SELAMA LIBUR PANJANG    PT PUPUK INDONESIA TELAH SALURKAN 69 JUTA TON PUPUK BERSUBSIDI KEPADA PETANI   LIBUR PANJANG, DINAS PARIWISATA MAGETAN PERKETAT PROTOKOL KESEHATAN DI LOKASI WISATA   MENAG AJAK UMAT ISLAM PERBANYAK SELAWAT PADA PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW   MAULID NABI MUHAMMAD SAW, PRESIDEN JOKOWI: KETELADANAN NABI MEMANDU MEMBANGUN INDONESIA MAJU   MENLU AS MIKE POMPEO YAKINKAN MASYARAKAT INDONESIA BAHWA PANDEMI COVID-19 DAPAT DILALUI BERSAMA   BUPATI BOGOR ADE YASIN TERIMA PENGHARGAAN PEREMPUAN PEJUANG DI MASA PANDEMI COVID-19 DARI KNPI PROVINSI JABAR