KIEV, KOMPAS.TV – Sejak berminggu-minggu sebelumnya, rakyat Ukraina telah diperingatkan bahwa negaranya berada di ambang perang dengan Rusia.
Namun, saat akhirnya serangan dari Rusia itu tiba pada Kamis (24/2/2022), banyak warga yang tak tahu bagaimana harus bereaksi.
Sirene pertahanan sipil meraung-raung di seantero ibu kota Kiev, merobek keheningan pagi kelabu yang gerimis.
Tetapi di ruas jalan utama Khreshchatyk, reaksi warga bercampur, antara khawatir dan tetap bersikap layaknya dalam keseharian kehidupan yang normal.
Di hotel tempat para jurnalis Associated Press menginap di Kiev, misalnya.
Perintah evakuasi dalam 30 menit segera dikeluarkan menyusul raungan sirene.
Saat proses check-out, petugas front office hotel yang ramah bahkan masih sempat bertanya manis, “Apakah Anda mengambil sesuatu dari mini bar?”
Baca Juga: NATO Putuskan Tambah Pasukan dan Senjata Berat Dekat Perbatasan Rusia dan Ukraina, Tanda Bahaya?
Di jalanan, tetamu bergegas memuat barang-barang mereka ke bagasi mobil.
Sejumlah warga bahkan masih sempat membawa anjing mereka berjalan-jalan, sambil sesekali melambai pada kenalan mereka.
Sejumlah warga terhenyak kaget saat mendengar suara ledakan dari pinggiran kota.
Namun warga lainnya mengaku tak mendengar apa pun.
Wali Kota Boryspil, di pinggiran kota tempat bandara utama terletak mengatakan sejumlah suara ledakan berasal dari penembakan terhadap drone-drone yang tak diketahui asalnya.
“Sekarang saya tak takut, mungkin nanti,” ucap Maxim Prudskoi, warga Khreshchatyk yang acuh tak acuh, seperti dikutip dari Associated Press, Kamis (24/2/2021).
Sumber : Associated Press
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.