Kompas TV kolom catatan jurnalis

Euro 2020 antara Prancis, Bono U2, dan Harapan Mengakhiri Pandemi

Jumat, 11 Juni 2021 | 02:15 WIB
euro-2020-antara-prancis-bono-u2-dan-harapan-mengakhiri-pandemi
Euro 2020 (Sumber: Pixabay)

Satu tim yang juga menarik disaksikan adalah Turki. Setelah generasi emas Hakan Sukur dkk yang mampu menjadi juara ketiga Piala Dunia 2002, Burak Yiilmaz dan Yusuf Yacizi menjadi bintang Lille menjuarai Liga Prancis dan mengungguli klub kaya raya berisi pemain bintang PSG.

Caglar Soyuncu dan Cengiz Under membawa Leicester juara FA Cup Inggris. Hakan Calhanoglu mengantarkan AC Milan runner up Serie A Italia. Turki akan jadi daya tarik tersendiri karena permainan ngotot dan pantang menyerah.

Lalu, bagaimana dengan Jerman, Italia, atau Spanyol? Tiga tim nasional yang punya sejarah baik dalam turnamen antarnegara tentulah tak bisa diremehkan. Tim Panser punya pemain muda seperti Kai Havertz dan Timo Werner, dan masih diperkuat kiper terbaik di dunia Manuel Neuer.

Italia di tangan Roberto Mancini memang menampilkan sepak bola menyerang. Nicolo Barella, Gianluigi Donnarumma, Manuel Locatelli, Alessandro Bastoni jadi menjadi simbol perubahan Tim Azzurri. Hanya saja, mengandalkan duet bek tengah uzur Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini bukan kabar yang bagus.

Spanyol datang dengan mayoritas pemain muda. Walau tanpa jenderal dan pemimpin di lapangan Sergio Ramos, Tim Matador tak boleh disepelekan. Satu lagi, tim Oranye Belanda, sedikit pincang tanpa bintang Liverpool Virgil Van Dijk.

Dari sejumlah prediksi yang bermunculan, Prancis menjadi favorit paling kuat. Opta Stats memperkirakan Prancis akan jadi juara mengalahkan Belgia di final. Pelatih legendaris Arsenal, Arsene Wenger, bahkan sangat sesumbar bahwa Prancis bukan cuma tim favorit, tetapi sangat favorit.

Tapi, bukan Piala Eropa namanya bila tanpa kejutan. Tahun 1992, Tim Dinamit yang dipersiapkan kurang dari dua pekan karena mendadak lolos menggantikan Yugoslavia justru jadi juara. Siapa mengira Yunani bisa mengalahkan tuan rumah Portugal untuk menjadi juara tahun 2004.

Portugal juga jadi juara di perhelatan terakhir setelah menyingkirkan tuan rumah favorit juara, Prancis. Tak heran, ada prediksi yang tampil di final justru Republik Ceko melawan Denmark.

Penulis : Hariyanto Kurniawan





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
07:53
PEBALAP PRAMAC DUCATI, JOHANN ZARCO, RAIH “POLE POSITION” DI MOTOGP SACHSENRING, JERMAN   TIMNAS JERMAN MENANG 4-2 SAAT KONTRA PORTUGAL DI LAGA LANJUTAN GRUP F PIALA EROPA 2020 DI STADION ALLIANZ ARENA   TIMNAS PERANCIS DIIMBANGI HONGARIA 1-1 DI LAGA KEDUA GRUP F PIALA EROPA 2020 DI STADION PUSKAS ARENA   TIGA HARI BEROPERASI, 1.122 PASIEN COVID-19 TELAH JALANI ISOLASI DI TOWER 8 WISMA ATLET PADEMANGAN   LIMA TENAGA KESEHATAN YANG BERTUGAS DI PUSKESMAS SOBANG, PANDEGLANG, BANTEN, TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   GUBERNUR RIDWAN KAMIL: PEMPROV JABAR SIAPKAN 2.400 TEMPAT TIDUR TAMBAHAN DI RUMAH SAKIT UNTUK PASIEN COVID-19   ANGGOTA KOMISI IX DPR KURNIASIH MUFIDAYANTI MINTA PEMPROV DKI TERAPKAN MIKRO “LOCKDOWN” DI WILAYAH ZONA MERAH   POLDA LAMPUNG TANGKAP 140 ORANG TERKAIT DUGAAN TINDAKAN PREMANISME DAN PUNGUTAN LIAR   POLDA SUMSEL DAN BEA CUKAI PALEMBANG GAGALKAN PENYELUNDUPAN EKSPOR BENUR ILEGAL KE MALAYSIA   JELANG HUT KE-75 BHAYANGKARA, POLRES PANDEGLANG GELAR KEGIATAN DONOR DARAH   JELANG HUT KE-75 BHAYANGKARA, POLDA BANTEN AKAN BAGIKAN PAKET SEMBILAN BAHAN POKOK KEPADA MASYARAKAT   POLRI: HINGGA SAAT INI PELAKSANAAN KOMPETISI LIGA 1 DAN 2 MASIH “ON SCHEDULE”   TINJAU WILAYAH BANGKALAN BERSAMA PANGLIMA TNI, KAPOLRI PAPARKAN LANGKAH SELAMATKAN WARGA DARI RISIKO COVID-19   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 5.015 ORANG, 4.214 SEMBUH, 208 MENINGGAL DUNIA, DAN 593 DIRAWAT