Kompas TV klik360 sinau

Setop Salah Kaprah! Ini Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Kamis, 10 Juni 2021 | 21:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV – Pembelajaran Tatap Muka atau PTM terbatas akan dilakukan serentak pada Juli mendatang.

Mendikbud-ristek, Nadiem Makarim meminta setiap sekolah yang berada di zona hijau untuk memulai sekolah tatap muka.

“Sampai hari ini saya masih sering membaca atau mendengar keluhan anak-anak kita di medsos, yang ingin PTM dimulai. Hal itu menunjukkan masih banyak sekolah yang belum memberikan opsi PTM terbatas. Kami menyarankan para satuan pendidikan, guru dan tenaga pendidik di zona hijau, yang sudah divaksin bisa memulai PTM terbatas.”kata Nadiem dikutip dari Youtube Kemdikbud RI.

Dilansir dari laman rilis Kemdikbud RI, Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbudristek, Jumeri, menerangkan konsep yang benar dari PTM terbatas adalah mengatur jumlah peserta didik di setiap kelas agar menjadi lebih sedikit dari jumlah normal.

Pengaturan juga dilakukan pada meja dan kursi pelajar. Jumlah kursi dikurangi dan jaraknya diatur sesuai protokol.

Hal senada juga disampaikan Presiden Jokowi terkait PTM terbatas, yang disampaikan melalui Menkes Budi Sadikin dalam konpers di Istana pada Senin (07/06/2021).

Menkes Budi mengatakan bahwa Presiden Jokowi menekankan agar pembelajaran tatap muka atau sekolah tatap muka yang akan dimulai pada Juli harus dilakukan secara ekstra hati-hati.

Pertama, pembelajaran tatap muka hanya boleh maksimal 25 persen dari total siswa.

Kedua, pembelajaran tatap muka tidak boleh dilakukan lebih dari dua hari dalam sepekan.

Ketiga, setiap hari maksimal hanya dua jam (pembelajaran).

Keempat, opsi menghadirkan anak ke sekolah tetap ditentukan oleh orangtua.

Kelima, semua guru sudah harus selesai divaksinasi sebelum dimulai (pembelajaran tatap muka)

Video Editor: Lisa

Penulis : Yuilyana





BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:41
OTORITAS KESEHATAN INGGRIS (PHE) SEBUT VAKSIN PFIZER DAN ASTRAZENECA EFEKTIF CEGAH COVID-19 VARIAN INDIA   KOMITE OLIMPIADE INTERNASIONAL (IOC) SEBUT TARGET VAKSINASI ADALAH 80% SEBELUM OLIMPIADE TOKYO 2020 DIMULAI   BIN SEBUT RADIKALISME, SEPARATISME DI PAPUA, HINGGA SERANGAN SIBER JADI ANCAMAN NASIONAL   BADAN INTELIJEN NEGARA (BIN): 85% GENERASI MILENIAL DI INDONESIA RENTAN TERPAPAR RADIKALISME   PT PELINDO II: MASYARAKAT BISA LAPORKAN PUNGLI DI TANJUNG PRIOK DENGAN MENGHUBUNGI 08119511665   POLISI TANGKAP 3.823 ORANG YANG TERLIBAT PUNGUTAN LIAR DAN PREMANISME DI SEJUMLAH WILAYAH INDONESIA   PERINGATI HARI JADI KE-539 KOTA BOGOR, PERUM PPD GRATISKAN ARMADA BOGOR-JAKARTA SELAMA SATU BULAN   KADINKES KOTA TANGERANG LIZA PUSPADEWI TARGETKAN SEKITAR 15.000 ORANG DAPAT DIVAKSIN PER HARI   KADINKES GUNUNG KIDUL, DIY: SEBANYAK 686 PASIEN COVID-19 DI GUNUNG KIDUL MASIH DIRAWAT DI RS   PEMPROV DKI OPERASIKAN KEMBALI WISMA RAGUNAN DAN TMII SEBAGAI TEMPAT ISOLASI TERKENDALI BAGI PASIEN COVID-19   KEMENDAGRI IMBAU PUSKESMAS TINGKATKAN PELACAKAN DAN TES GUNA CEGAH PENYEBARAN COVID-19   KEMENDAGRI: PUSKESMAS MEMILIKI PERAN SENTRAL SAAT PEMBERLAKUAN PPKM MIKRO   KOMISI VIII DPR RI DUKUNG BAZNAS UNTUK PERCEPAT IMPLEMENTASI PERPRES PENGUMPULAN ZAKAT DI LINGKUNGAN ASN   KOMISARIS UTAMA PERTAMINA BASUKI TJAHAJA PURNAMA: FASILITAS KARTU KREDIT DIHAPUS UNTUK PENGHEMATAN PERUSAHAAN